LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dewan Masjid Indonesia tak akan atur penceramah

DMI juga tak akan mengatur setiap penceramah di masjid-masjid. Menurut Wakil Ketua Umum DMI, Komjen Pol Syafruddin, pihaknya tak memiliki kewenangan mengatur penceramah.

2018-06-09 14:00:00
Masjid
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno menyebut 40 masjid di Jakarta dijadikan tempat penyebaran paham radikal. Dia mengaku mendapatkan data dari putri Gus Dur, Alissa Wahid.

Namun hal ini telah dibantah Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI juga tak akan mengatur setiap penceramah di masjid-masjid. Menurut Wakil Ketua Umum DMI, Komjen Pol Syafruddin, pihaknya tak memiliki kewenangan mengatur penceramah.

"Oh tidak. Bukan domain Dewan Masjid. Dewan Masjid domainnya bukan mengatur-atur penceramah dan sebagainya," kata dia di Kantor DMI, Jalan Jenggala 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).

Advertisement

Syafruddin yang juga menjabat Wakapolri menyampaikan yang berhak dan memiliki kewenangan mengatur penceramah ialah MUI dan Kementerian Agama. DMI hanya mengurus soal masjid sebagai tempat ibadah.

"Dewan Masjid itu tugasnya hanya menyiapkan fasilitas, mengatur fasilitas, menyiapkan tempat ibadah tapi tidak mengatur-atur orang. Dewan Masjid hanya mengatur bendanya, tempat ibadahnya. Itu tugas kita," terangnya.

Dia menambahkan organisasi yang dipimpinnya merupakan wadah para pengurus masjid. Mereka hanya bertugas dan membantu melengkapi fasilitas masjid agar terjaga kebersihannya dan orang nyaman beribadah.

Advertisement

"Itu bukan domain Dewan Masjid, bukan domain kita. Jadi harus dipilah. Organisasi Dewan Masjid Indonesia organisasi Islam, menjadi wadah untuk mengurus masjid, membantu memfasilitasi tempat ibadah bagi umat Islam," tutupnya.

Baca juga:
Komjen Syafruddin bantah ada 40 masjid radikal di DKI: Hati-hati berbicara!
Paham radikal juga susupi kampus di Prancis, Malaysia dan Singapura
Imam Besar Istiqlal nilai perlu kerja keras tangani masalah terorisme
Mensos wacanakan sebar jutaan dai cegah paham radikal
Diduga menolak Pancasila, 2 dosen UGM dinonaktifkan
Soal adanya 40 masjid radikal di DKI Jakarta, Anies dan Sandi beda pendapat
Polda Metro soal kabar 40 masjid diduga radikalisme: Tanya ke BNPT & BIN

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.