Detik-Detik Teror di Kantor KontraS Usai Kritik RUU TNI, Begini Penampakan Para Pelaku
Anggota Divisi Hukum KontraS, Muhammad Yahya Ihyaroza menceritakan detik-detik teror orang tak dikenal ke kantor KontraS.
Anggota Divisi Hukum KontraS, Muhammad Yahya Ihyaroza menceritakan detik-detik teror orang tak dikenal ke kantor KontraS. Teror terjadi setelah KontraS mengkritik jalannya rapat RUU TNI di Hotel Fairmont.
Awalnya, KontraS melakukan advokasi penolakan terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI bersama dengan koalisi masyarakat sipil untuk reformasi sektor keamanan.
Salah satunya dengan mengirimkan surat terbuka untuk meminta penundaan pembahasan RUU pada 3 Maret 2025, lalu pada 9 Maret 2025.
"Bersama dengan koalisi masyarakat sipil, KontraS melakukan siaran pers di YLBHI untuk menyerukan penolakan pada pembahasan RUU TNI. Dan pada tanggal 15 Maret 2025, KontraS melakukan aksi protes di Hotel Fairmont terhadap proses konsinyering rapat Panja Komisi I untuk membahas RUU TNI," kata Yahya dalam keterangannya, Senin (17/3).
KontraS mendapatkan teror atau dugaan ancaman dan intimidasi. Hal ini mulai terjadi pada Jumat, 14 Maret 2025, sekira pukul 13.46 Wib, terdapat terdapat dua kendaraan bermotor Vario dengan pengendara menggunakan jaket hitam dan helm warna hitam.
Selain itu, terdapat juga motor merek Ninja berwarna biru metalik dengan pengendara berjaket putih dan helm putih berjalan dari arah Pasar Senen masuk ke Kramat II, melewati kantor KontraS.
"Pukul 13.48 Wib, dua motor Vario dan Ninja terlihat memutar balik setelah melewati kantor KontraS dan menuju arah kantor KontraS, dengan memperlihatkan gerak-gerik melakukan pemantauan ke kantor KontraS," jelasnya.
"Pukul 13.48 Wib, dua motor tersebut melihat kantor KontraS, satu Motor Vario lurus arah Senen dan berhenti tepat di pertigaan toko roti Maison Weiner, serta satu motor ninja putar balik di depan kantor KontraS dan berhenti di depan kantor KontraS," sambungnya.
Kemudian pukul 13.48-13.50 Wib, kata Yahya, Motor Ninja berhenti di depan kantor KontraS dan kemudian memainkan gas motor tersebut di depan kantor KontraS.
Pukul 13.50 Wib, salah seorang staf KontraS keluar dari kantor untuk mengecek kondisi di luar. Namun, motor tersebut sudah pergi dengan melihat arah temannya dan berputar balik ke arah Senen.
"Minggu, 16 Maret 2025. Pada pukul 00.15 Wib, terdengar bunyi lonceng gerbang. Pada saat itu, terdapat 2 orang staf KontraS berada di lokasi kantor. Satu orang mendengar dan mengecek terlebih dahulu dari balkon ke arah gerbang," ucapnya.
"Didapati terdapat 3 orang tidak dikenal (OTK) yang berada di depan kantor KontraS. 1 orang berdiri di depan gerbang, sementara 2 lainnya berjalan ke arah Kevin Futsal dan 1 orang terlihat mengambil foto plang kantor KontraS," ujar dia.
Diduga Intel TNI
Tiga menit kemudian, dua orang staf KontraS berada di balkon dan satu orang menegur OTK tersebut. “Cari siapa ya? Dari mana?," ujar staf KontraS.
Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh satu orang OTK yakni dari media. Namun, tanpa menyampaikan nama medianya.
"Dua orang staf memutuskan untuk masuk dan melihat CCTV. Tak lama kemudian, satu orang yang berada di depan pintu gerbang KontraS sudah pergi," paparnya.
Selain itu, Yahya mengaku pihaknya turut mendapatkan teror melalui panggilan telepon seluler pada Kamis-Jumat, 15-16 Maret 2025 kemarin.
"Mulai pukul 11.56 WIB sampai dengan pukul 00.15 WIB, salah satu staf KontraS yakni AY mendapatkan 3 kali panggilan tidak dikenal. Mulai pukul 11.56 WIB sampai dengan pukul 00.15 WIB, salah satu staf KontraS yakni AY mendapatkan 3 kali panggilan tidak dikenal," katanya.
Dia menduga, besar kemungkinan nomor tersebut tersebar dari undangan liputan kepada media untuk meliput proses protes terhadap konsinyering rapat Panja di Hotel Fairmont pada 15 Maret 2025 kemarin.
"Kami melakukan pengecekan terhadap nomor tersebut dan mendapati bahwa identitas pemilik nomor tersebut merupakan anggota Forkabin (Forum Kerukunan Bina Insan) dan juga terdapat identitas lain yakni Detasemen Intelijen Angkatan Darat," pungkasnya.