Desak Made Rita Kusuma Dewi Raih Medali Perunggu di World Climbing Series Wujiang 2026
Atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berhasil meraih medali perunggu di World Climbing Series Wujiang 2026, menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.
Atlet panjat tebing putri kebanggaan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Ia berhasil membawa pulang medali perunggu dari ajang World Climbing Series Wujiang 2026 di China. Keberhasilan ini menjadikannya satu-satunya atlet Indonesia yang meraih podium dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan performa gemilang pada putaran final yang digelar Minggu, 10 Mei 2026. Ia berhasil mengalahkan wakil Polandia, Natalia Kalucka, dalam perebutan tempat ketiga nomor speed individu putri. Pencapaian ini menjadi pelipur lara bagi kontingen Indonesia yang berlaga.
Dalam pertandingan sengit tersebut, Desak Made Rita Kusuma Dewi mencatatkan waktu impresif 6,17 detik. Sementara itu, Natalia Kalucka harus puas dengan catatan waktu 6,39 detik. Kemenangan ini memastikan medali perunggu untuk Indonesia.
Perjuangan Desak Made Raih Perunggu di Wujiang
Desak Made Rita Kusuma Dewi menunjukkan ketangguhan mental dan fisik sepanjang kompetisi. Dalam babak perebutan tempat ketiga, ia berhadapan dengan Natalia Kalucka dari Polandia. Pertarungan berlangsung cepat dan menegangkan, di mana setiap detik sangat berarti.
Atlet asal Bali ini berhasil unggul dengan selisih waktu yang cukup signifikan. Catatan waktu 6,17 detik yang ditorehkannya membuktikan kecepatan dan akurasi gerakannya. Keberhasilan ini menempatkannya di posisi ketiga terbaik dunia.
Medali emas pada nomor ini diraih oleh atlet Polandia lainnya, Aleksandra Kalucka, setelah mengalahkan Elizaveta Ivanova dalam babak final. Ivanova adalah atlet netral individu (AIN) yang diizinkan bertanding secara netral, tanpa mewakili negaranya.
Jejak Langkah Desak Made Menuju Podium
Perjalanan Desak Made Rita Kusuma Dewi menuju podium tidaklah mudah. Setelah lolos dari babak kualifikasi, ia harus menghadapi rekan senegaranya, Rajiah Sallsabillah, di babak 16 besar. Desak Made berhasil menang setelah mencatatkan waktu 6,36 detik, mengungguli Rajiah yang mencatat 6,53 detik.
Langkah Desak Made berlanjut ke perempat final. Saat itu, ia bertemu dengan wakil Amerika Serikat, Isis Rothfork. Atlet berusia 25 tahun ini kembali menunjukkan dominasinya dengan mencetak waktu 7,61 detik, sementara lawannya tercatat fall atau tidak berhasil menorehkan waktu.
Sayangnya, perjuangan Desak Made harus terhenti di babak semifinal. Ia kalah melawan wakil Polandia Aleksandra Kalucka. Desak Made memperoleh 6,33 detik, sedikit lebih lambat dari Aleksandra yang meraih 6,09 detik.
Kontingen Indonesia di World Climbing Series Wujiang 2026
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan sebanyak sembilan atlet disiplin speed untuk mengikuti World Climbing Series Wujiang 2026. Sembilan atlet itu terbagi atas lima di sektor putra dan empat putri.
Partisipasi Indonesia dalam ajang internasional ini menunjukkan komitmen FPTI dalam mengembangkan olahraga panjat tebing. Pengalaman bertanding di level dunia sangat penting untuk mengasah kemampuan atlet.
Keberhasilan Desak Made Rita Kusuma Dewi ini menjadi sinyal positif bagi panjat tebing Indonesia. Dengan dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi atlet berprestasi di masa mendatang. Fokus pada pengembangan bakat muda menjadi kunci utama.
Sumber: AntaraNews