LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Demo tolak geothermal di Solok, 3 polisi luka-luka

Massa melakukan pelemparan batu dan kayu ke arah pihak kepolisian yang turut menemani tim survei

2018-03-21 21:10:26
Demo
Advertisement

Ratusan warga yang mengatasnamakan masyarakat selingkar Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kembali melakukan aksi penolakan terhadap pengembangan potensi panas bumi (geothermal) di Gunung Talang - Bukitkili, Rabu (21/3).

Penolakan itu, dengan mengadang tim survei PT Hitay Daya Energi yang terpilih untuk mengeksploitasi energi panas bumi tersebut. Bahkan, aksi yang digelar di kawasan nagari (desa) Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, kabupaten Solok, itu berujung panas.

Massa melakukan pelemparan batu dan kayu ke arah pihak kepolisian yang turut menemani tim survei. Akibatnya, tiga personel Polres Solok Arosuka mengalami luka-luka di antaranya Bripda Iksanul fajri yang mengalami luka robek di bagian kepala.

Advertisement

Kemudian, Briptu Aswandi Priatama mengalami bengkak pada bagian leher akibat hantaman massa. Selanjutnya, Brigadir Yudi Eka Mulia yang mengalami bengkak di bagian lengan kanan akibat lemparan batu.

Mengantisipasi aksi bentrok bertambah parah, Kapolres Solok Arosuka, AKBP Ferry Irawan, memerintahkan tim survei mengurungkan kegiatannya dengan menarik seluruh anggota tim kembali pusat pemerintahan kabupaten Solok di Arosuka. Sementara terkait tiga anggota yang terluka, saat ini pihaknya fokus melakukan perawatan.

"Massa datang cukup banyak dan mayoritas ibu-ibu, jadi kita belum mengetahui siapa yang melempar batu. Kita tidak mau menduga-duga siapa oknum yang memancing tindakan anarkis hingga berujung pada pelemparan tersebut," kata Kapolres Solok Arosuka AKBP Ferry Irawan yang turut berada di lokasi, Rabu (21/3).

Advertisement

Dia menyayangkan, sikap masyarakat yang sampai terprovokasi hingga berbuat anarkis. Padahal, imbuhnya, sebelum tim survei telah ada kesepakatan dengan pemuka masyarakat dan lembaga nagari di kantor Bupati Solok.

"Kita sudah sosialisasi dan rapat dengar pendapat dengan pemuka masyarakat dan utusan perwakilan masyarakat. Sudah ada kesepakatan dengan unsur pimpinan daerah. Jelas kita tidak mengira saja ini terjadi," katanya.

Baca juga:
Tak direlokasi, pedagang di Wisma Sawah Besar demo di depan Balai Kota DKI
Ribuan pengemudi Go-Jek di Solo demo tolak penurunan tarif
Tak bayar promo & insentif, kantor Grab di Medan didemo pengemudi
Eksekusi lahan 14 hektare di Luwuk diwarnai kericuhan
Soal demo FUIR, Alumni 212 sebut 'mereka tak ngerti yang sudah Anies lakukan'
Demonstran protes eksekusi mati TKI tolak temui pihak Kedubes Saudi

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.