Demi Santri di Pesantren, Mukhlis Borong Sembako Murah di Mapolda Jabar
Di antara para pengunjung, terlihat sosok Mukhlis, seorang santri dari Pondok Pesantren Albana.
Keramaian tampak mengisi area Lapangan Tenis di Mapolda Jawa Barat pada Rabu (13/8) pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam acara Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Polda Jabar.
Di antara para pengunjung, terlihat sosok Mukhlis, seorang santri dari Pondok Pesantren Albana yang berlokasi di Cisaranten Kidul, Gedebage, Kota Bandung. Dengan mengenakan baju koko dan peci hitam, ia hadir bersama seorang rekannya untuk membeli sembako.
Mukhlis memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli berbagai bahan pokok, seperti dua kantong beras SPHP ukuran lima kilogram, telur, tepung terigu, dan beberapa kebutuhan lainnya.
"Semua yang ada di sini kayaknya (dibeli). Karena apa ya, murah gitu," ungkap pria asal Garut itu, saat dijumpai.
Mukhlis menjelaskan bahwa seluruh barang belanjaannya akan dibawa ke pondok pesantren guna memenuhi kebutuhan para santri. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya program ini karena bisa menghemat pengeluaran.
"Alhamdulillah terbantu sangat berterimakasih kepada Polda dengan program ini ada beras murah, sembako murah, semuanya murah," kata dia.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung hingga 17 Agustus mendatang.
Menurutnya, kegiatan ini memang menyasar kelompok masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah, seperti komunitas ojek online, pesantren, hingga para petugas kebersihan.
"Kami mengundang komunitas-komunitas tertentu dikhususkan kepada komunitas yang berpenghasilan menengah ke bawah," ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa harga bahan pokok yang dijual di lokasi acara berada di bawah harga pasaran. Ini dilakukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan biaya lebih ringan.
"Ini harga beras itu ditawarkan Rp 11 ribu. Ini harga yang sangat dasar di bawah harga eceran tertinggi di pasaran," kata Kapolda.
Ia menambahkan tidak hanya beras yang disediakan dengan harga miring, tetapi juga komoditas lain seperti telur dan tepung, hasil kerja sama dengan para peternak serta distributor.
"Kemudian juga Polda Jabar selain menyiapkan beras SPHP dengan harga rendah, beberapa komoditas pangan lainnya juga tersedia. Seperti telur, tadi kita sudah lihat, bekerja sama dengan pihak-pihak peternak dan distributor lainnya, itu kita bisa itu kita bisa menyediakan harga yang jauh lebih murah dari pasaran," ujarnya.
Program ini, kata Rudi, tak hanya diadakan di lingkungan Mapolda, tetapi juga dilaksanakan serentak di seluruh Polres di bawah wilayah hukum Polda Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo dan dijalankan atas arahan Kapolri.
"Harapan saya dengan gerakan pangan murah bapak presiden Prabowo dan arahan bapak kapolri ini, masyarakat Jawa Barat bisa menerima manfaatnya," ungkapnya.
"Jadi kami polri bekerja sama dengan perum Bulog membantu supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dalam harga yang terjangkau atau murah. Kemudian kedua kita menjamin ketersediaan pangan untuk konsumsi masyarakat," kata dia.