Debut Gemilang Hee Gloria di Indonesia Masters 2026 Terhenti di Perempat Final
Pasangan lintas negara Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja mengakhiri perjalanan debut mereka di Daihatsu Indonesia Masters 2026 pada babak perempat final, menyisakan pertanyaan tentang potensi duet ini ke depan.
Pasangan ganda campuran lintas negara, Hee Yong Kai Terry dari Singapura dan Gloria Emanuelle Widjaja dari Indonesia, harus menghentikan langkah mereka di babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026. Kekalahan ini terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Mereka takluk di tangan unggulan ketiga asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Hee/Gloria kalah dua gim langsung dengan skor 21-16, 21-19. Hasil ini menandai berakhirnya debut pasangan yang baru terbentuk ini di turnamen bergengsi tersebut. Meskipun demikian, penampilan mereka menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk ke depannya.
Pertandingan tersebut menyajikan drama, terutama di gim kedua, di mana Hee/Gloria sempat memimpin jauh. Namun, konsistensi lawan membuat mereka harus mengakui keunggulan Chen/Toh yang berhasil membalikkan keadaan di momen-momen krusial.
Perjalanan Sengit di Lapangan
Pada gim pertama, Hee/Gloria sebenarnya mengawali dengan baik setelah Chen melakukan kesalahan di depan net, membuka keunggulan awal. Namun, pasangan Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei segera mengambil alih kendali permainan, membangun keunggulan 7-3 yang bertahan hingga interval. Keunggulan ini terus melebar setelah jeda.
Hee/Gloria sempat menunjukkan semangat pantang menyerah di akhir gim pertama, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 15-19. Sayangnya, sebuah kesalahan pengembalian yang krusial membuat gim pertama jatuh ke tangan Chen/Toh. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pasangan debutan tersebut.
Memasuki gim kedua, intensitas pertandingan meningkat drastis dengan duel yang lebih ketat. Hee/Gloria tampil lebih agresif dan berhasil memimpin tiga poin saat interval, didorong oleh rangkaian smes keras dari Hee Yong Kai Terry. Keunggulan pasangan debutan ini bahkan sempat melebar hingga lima poin pada kedudukan 14-9.
Tekanan mulai terasa ketika Chen/Toh secara perlahan namun pasti mulai mengejar ketertinggalan. Keunggulan Hee/Gloria yang sempat stabil pada 18-14 akhirnya sirna, setelah pasangan Malaysia itu meraih poin demi poin dan berbalik unggul 20-19. Chen/Toh kemudian memastikan kemenangan dan melaju ke semifinal pada poin berikutnya.
Latar Belakang dan Potensi Duet Lintas Negara
Indonesia Masters 2026 menjadi panggung debut bagi duet Hee/Gloria, sebuah kerja sama lintas negara yang menarik perhatian di sektor ganda campuran. Gloria Emanuelle Widjaja sebelumnya menyambut positif kesempatan berpasangan dengan Hee Yong Kai Terry. Ia menyatakan bahwa keduanya telah beberapa kali saling mengenal gaya bermain melalui sesi latihan dan pertemuan di berbagai turnamen.
Gloria merupakan salah satu pemain ganda campuran Indonesia yang sangat berpengalaman dan memiliki rekam jejak impresif. Juara dunia junior 2011 ini pernah mencapai peringkat enam dunia bersama Hafiz Faisal pada tahun 2019. Selain itu, ia juga pernah menempati peringkat delapan dunia dengan Dejan Ferdinansyah pada 2024, serta peringkat 13 dunia bersama Rehan Kusharjanto pada 2025.
Kesempatan untuk tampil bersama Hee di Indonesia Masters 2026 ini muncul setelah pasangan sebelumnya, Rehan Kusharjanto, mengalami cedera lutut serius. Meskipun demikian, Gloria menegaskan komitmennya untuk tetap menunggu proses pemulihan Rehan. Di sisi lain, ia juga membuka diri terhadap peluang untuk bertanding dengan pasangan lain demi menjaga performa dan pengalaman bertandingnya.
Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini menjadi ajang evaluasi awal yang penting bagi duet lintas negara Hee/Gloria. Ini adalah langkah pertama mereka sebelum menjalani rangkaian turnamen BWF World Tour sepanjang musim ini, untuk mengukur kekompakan dan strategi mereka di level internasional.
Sumber: AntaraNews