LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Data YLBHI: Sepanjang 2020, Sebanyak 239 Perempuan Jadi Korban Kekerasan

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melaporkan, terdapat 145 kasus dengan 239 korban kekerasan yang dialami perempuan sepanjang tahun 2020.

2021-08-01 21:33:00
Kekerasan Pada Perempuan
Advertisement

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melaporkan, terdapat 145 kasus dengan 239 korban kekerasan yang dialami perempuan sepanjang tahun 2020. Data tersebut merupakan hasil laporan dari 17 LBH dari seluruh Indonesia.

"Dari data yang masuk yang kemudian kita olah dari 17 LBH ini ada 145 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 239 orang," kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur dalam diskusi virtual, Minggu (2/8).

Paling banyak korban berusia 19-29 tahun. Yakni 152 orang. Sedangkan korban usia 3-18 tahun sebanyak 61 korban. Korban usia 30-39 tahun ada 21 orang, dan korban 40 tahun ke atas tercatat 5 orang.

Advertisement

"Dari data 239 korban, kemudian kita mendapatkan data ada 526 tindakan kekerasan yang paling tinggi dilakukan secara berulang," sebutnya.

Dilihat dari kasusnya, terdapat 526 tindakan kekerasan yang dialami korban. Angka tertinggi 149 orang mengalami pelecehan seksual. Diikuti 66 perempuan mengalami pemerkosaan, 62 perempuan kekerasan psikis, dan ketika pandemi Covid-19 terdapat 52 korban kekerasan berbasis gender secara online.

Sementara untuk pelaku pelecehan seksual, kebanyakan pria berusia 19-29 tahun. Sebanyak 44,77 persen atau 107 pelaku. Lalu, rentang 30-39 tahun dan 40-49 tahun masing-masing sebanyak 19,25 persen, 46 pelaku. Sementara sisanya, pada usia 50 tahun ke atas 12,9 persen.

Advertisement

"Nah kita lihat latar belakang pelakunya paling tinggi pelajar dalam hal ini mahasiswa. Berkorelasi dengan data pendidikan terakhir paling tinggi alumni atau terakhirnya di SMU/SMA ya," terangnya.

Dilihat dari rentang usia pelaku 19-29 tahun, paling banyak terjadi pada pendidikan menengah atas. Dilatarbelakangi relasi pertemanan atau hubungan pacaran antara pelaku dan korban.

"Relasi dengan korban bisa kita lihat, relasi terbesar ini relasi pertemanan atau pacar sebanyak 54,35 persen (82 kasus) dengan relasi lainnya. Kita bisa lihat kekerasan perempuan terjadi dalam lingkup orang-orang dekat," sebutnya.

Disusul latar belakang pendidikan sebanyak 22 korban yakni 14,22 persen dari relasi pendidikan yang menimpa perempuan berusia 19-29 tahun. Relasi keluarga 12 korban, relasi tetangga 11 korban, relasi agama 9 korban, relasi kerja 4 korban, dan non relasi 5 korban.

Baca juga:
Kesal Diomeli, Pria di OKU Siram Wajah Istri Pakai Air Mendidih Saat Tidur
Momen Satpol PP Arogan Digiring ke Tahanan, Tertunduk Lesu
Satpol PP Arogan Pukul Pasutri di Gowa Membela Diri, Ngaku Dilempar Botol Duluan
Usai Kena Bogem Mentah Satpol PP, Wanita Hamil ini Alami Kontraksi saat Lapor Polisi
Ayah Sadis Habisi Nyawa Empat Anak, Satu Masih Hidup Jadi Korban Kebejatannya
Razia PPKM, Petugas Satpol PP Arogan Pukul Wanita Hamil dan Suaminya

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.