LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dartam dipasung gara-gara depresi cinta ditolak

"Gadisnya asal Desa Jatisaba, tetapi gadis itu menolak cinta Dartam dan lebih memilih laki-laki lain," kata Siti.

2015-11-25 17:17:54
Banyumas
Advertisement

Sesekali telapak tangan Dartam, warga Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Banyumas yang hidup dalam pasungan, merengkuh bagian atas bilah bambu di bangunan yang lebih mirip kandang ayam. Kepada beberapa warga, dia kerap menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan kepadanya.

Pria yang dipasung sejak tahun 1991 tersebut, mengaku betah tinggal di dalam bangunan berukuran panjang satu meter dan lebar 1,5 meter. Tinggi bangunan tersebut pun tak bisa membuatnya berdiri. Bagi warga sekitar, pemandangan Dartam tinggal di dalam bangunan tersebut menjadi hal yang biasa.

"Sebelum saya tinggal di sini, Pak Dartam sudah tinggal di dalam bangunan itu," kata Siti Hasanah yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari tempat pasungan Dartam, Rabu (25/11).

Dari dalam tempat pasungannya, Dartam sesekali kerap meminta rokok kepada orang yang lewat di depan pasungannya.

"Dia memang suka minta rokok, banyak orang yang ngasih," kata adiknya, Karsiwen yang tiap hari mengirimkan makanan kepada Dartam.

Meski dipasung, Dartam sendiri terlihat nyaman. Bahkan, dia mengaku tak ingin keluar kandang karena tak tahu apa yang harus dilakukannya jika keluar dari kandang.

"Saya masih bisa makan tiga kali sehari. Tadi pagi makan pakai sayur terong," katanya.

Sebelum dipasung, Karsiwen mengatakan, Dartam kerap memukuli orang tuanya saat masih remaja. Dia bercerita, kelakuan Dartam sebelum dipasung seperti remaja kebanyakan. Karsiwen mengungkapkan, ketika Dartam masih muda, sempat jatuh cinta kepada gadis tetangga desa.

"Gadisnya asal Desa Jatisaba, tetapi gadis itu menolak cinta Dartam dan lebih memilih laki-laki lain," katanya.

Menurutnya, setelah peristiwa tersebut Dartam frustasi dan mengalami depresi. "Seperti dendam dengan penolakan sang gadis hingga akhirnya menderita sakit jiwa," jelasnya.

Sejak itu, Dartam yang kerap kumat kerap membawa golok ke luar rumah. Dia mengancam semua orang yang ditemuinya. "Hingga untuk menangkapnya, kami sampai minta bantuan orang pintar," katanya.

Kepala Dusun 2 Pageraji, Sudar mengatakan pihak keluarga keberatan seandainya Dartam ini dilepas. Karena, menurutnya, jika dilepas pasti akan mengamuk lagi.

"Keluarga memasungnya dengan alasan demi keamanan warga. Selama ini, hanya adiknya yang selalu merawatnya. Serta membersihkan buang air besar dan kecil dari bilik bambu," katanya.

Diakuinya, jika ada pihak yang bersedia dan bisa merehabilitasi Dartam tidak berkeberatan. "Jika ada pihak yang ingin membantu rehabilitasinya, kami tidak berkeberatan," ucapnya.

Baca juga:
Membahayakan warga, pria di Banyumas dipasung selama 24 tahun
Anjing tertinggal saat majikan masuk lift, gimana nasibnya?
Cerita sedih Arfan dan Irfan, si kembar menderita Hydrocephalus
IDI akui kondisi dokter di daerah terpencil serba sulit
IDI sebut kasus dr Andra bukan pertama, pernah juga terjadi di Aceh
Jasad dr. Andra tiba di Bandara Soetta, langsung diberi penghargaan
Jasad dr. Andra tiba di Bandara Soetta, langsung diberi penghargaan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.