IDI sebut kasus dr Andra bukan pertama, pernah juga terjadi di Aceh
Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku prihatin dengan peristiwa yang dialami Dokter Muda Dionisius Giri Samudra (24) atau akrab disapa dr Andra. IDI mengklaim kasus seperti itu pernah terjadi sebelumnya di Aceh.
"Seminggu yang lalu di Aceh ada juga, tetapi tak terekspos media. Padahal, selama ini kita sudah berkali-kali meminta agar harus diatur penempatan petugas kesehatan. Kami telah meminta kepada pemerintah dan DPR," ujar Sekjen IDI, Daeng Muhammad Faqih, saat ditemui di area Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/11).
Harusnya, kata dia, tenaga medis yang ditugaskan di daerah diberikan berbagai perbekalan. Termasuk perlindungan akan keselamatan mereka.
"Paling penting adalah bagaimana perlindungan kepada tenaga medis, kan aneh sinyal bisa enggak masuk di sebuah wilayah, tapi dokter bisa masuk. Dapat dibayangkan, jika terjadi apa-apa dengan dokter dan perawat kita, kadang ada yang naik boat hilang entah ke mana. Jangan kemudian kami disalahkan agak malas ke sana (daerah pedalaman)," terangnya.
Menurut dia, seluruh dokter yang melakukan magang seperti dokter Andra tak ada yang dilengkapi dengan jaminan kesehatan, tak ada asuransi jiwa dan minim sekali sarana prasarana yang disediakan pemerintah. Sekalipun, kata dia, seperti penjelasan Kemenkes yang menyebut dr Andra meninggal murni karena kondisi kesehatan yang terus menurun.
"Tapi harus ada makna bagi mereka yang tengah bertugas untuk Negara. Dalam setiap putaran (setiap tahun ada magang) kami ingat selalu ada kasus seperti ini, dan kami sudah bilang ke DPR soal ini," tambahnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya