Dari 1.368 madrasah di Sulsel, baru 110 yang berstatus negeri
Dari 1.368 madrasah di Sulsel, baru 110 yang berstatus negeri. Perbedaan status negeri dan swasta ini berpengaruh terhadap kelengkapan sarana, prasarana dan pembinaan.
Ada 1.368 madrasah atau sekolah pendidikan agama Islam yang tersebar di Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai dari jenjang Ibtidaiyah, tsanawiah hingga aliyah. Hanya 110 atau 8 persen di antaranya berstatus negeri, sementara 92 persen lainnya berstatus swasta.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Sulsel Yuspiani mengatakan, status negeri dan status swasta di sekolah-sekolah itu berpengaruh terhadap kelengkapan sarana dan prasarana serta pembinaan.
"Perlakuan berbeda terasa sekali pada sekolah-sekolah negeri dan swasta. Bagi sekolah berstatus negeri lebih lengkap, sementara yang status swasta berjalan tertatih-tatih. Olehnya kepada pemerintah melalui Kemenag, kita berharap untuk menegerikan sekolah-sekolah madrasah swasta di Sulsel," kata Yuspiani, Jumat (25/11).
Madrasah itu, kata Yuspiani, punya Daftar Isian Penggunaan Anggatan (DIPA) sendiri. Secara operasional tidak ditanggung pemerintah. Jika diangkat menjadi negeri, maka madrasah-madrasah ini juga akan menjadi lebih baik pengelolaannya karena ada perhatian pemerintah.
"Seharusnya pemerintah mengelola pendidikan secara seimbang, tidak boleh lagi ada diskriminasi, tidak boleh lagi ada perbedaan negeri dan swasta," terang Yuspiani.
Baca juga:
Miris, ditinggal guru pergi ke kota, siswa SD di Maralol terlantar
Tahun depan, Kemendikbud perbaiki 20 ribu sekolah yang rusak
Jokowi usulkan 'Ayo Menghormati Guru' jadi gerakan nasional
Ini alasan Mendikbud ingin anak sekolah libur Sabtu Minggu
Mendikbud: Saya lihat gejala memudarnya rasa hormat murid pada guru