Jokowi usulkan 'Ayo Menghormati Guru' jadi gerakan nasional
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengapresiasi gerakan 'Ayo Menghormati Guru' dicanangkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Usulan ini bahkan akan diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, agar menjadi gerakan nasional.
"Nanti saya akan berisikan kepada Mendikbud bahwa ini juga menjadi gerakan nasional kita," ujar Jokowi saat memberikan sambutan di hadapan 1.500 peserta Munas LDII di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Rabu (9/11).
Menurut Jokowi, gerakan 'Ayo Menghormati Guru' menjadi langkah awal mengembalikan karakter bangsa Indonesia. Dia menyebut, pada tahun 70-an, siswa maupun siswi di sekolah dasar (SD) sangat menggambarkan karakter anak bangsa menghormati sang guru.
"Saya masih ingat pada tahun 70-an, begitu guru datang, kelihatan dari jauh sudah ngantre depan sekolah rebutan megang sepeda bapak ibu guru kita. Salamin dulu kemudian pegang rebutan," kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, di Jepang dan Korea hingga saat ini masih menerapkan karakter menghormati guru. Salah satu contoh, ketika seorang anak bertemu orang tua atau lebih senior maka dia menunjukkan sikap sopan santunnya.
"Di Jepang saya lihat, juga di Korea, yang namanya kepada orangtua, yang namanya kepada senior selalu kalau ketemu 'Hi', sambil gini (nunduk-nunduk sopan). 'Hi', ini sebuah penghormatan. Kita dulu juga punya, tahun-tahun 70-an saya masih ingat dengan yang lebih senior pasti menunduk, kalau ada yang duduk pasti gini (nunduk sopan). Ke mana itu?," jelas dia.
Padahal, lanjut Jokowi, Jepang dan Korea adalah negara dengan kemajuan teknologi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Jokowi mengatakan akan mendukung penuh gerakan 'Ayo Menghormati Guru'. Gerakan ini harus disosialisasikan ke seluruh berbagai penjuru Tanah Air. "Kalau nggk diingatkan, lupa kita semua. Hal-hal yang sangat basic, sangat mendasar karakter bangsa kita," tandasnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya