Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miris, ditinggal guru pergi ke kota, siswa SD di Maralol terlantar

Miris, ditinggal guru pergi ke kota, siswa SD di Maralol terlantar Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Potret pendidikan di pelosok daerah di Indonesia jauh dari kata layak. Banyak sekali kendala yang membuat anak-anak Indonesia tak bisa belajar dengan baik.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri Kampung Maralol, Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kegiatan belajar mengajar terganggu karena guru meninggalkan tugas mereka sebagai pengajar dari pergi ke kota.

Sekretaris Kampung Maralol, Soleman Wehminit, mengatakan sudah satu bulan terakhir, hanya ada satu orang tenaga guru honor yang mengajar seluruh siswa SD Negeri Maralol. Itu pun karena guru itu menetap di kampung tersebut. Sedangkan tiga guru lainnya, termasuk kepala sekolah dikabarkan pergi ke kota dengan alasan ada urusan penting sehingga tugasnya di sekolah ditinggalkan.

"Inilah kondisi pendidikan di Kampung Maralol, Salawati Selatan. Guru tidak menetap di tempat tugas, meskipun fasilitas rumah untuk tinggal sudah dibangun oleh masyarakat dan dibiayai pemerintah," ujar Soleman. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (18/11).

Selama ini, kata dia, guru yang setia melaksanakan tugas mengajar di SD Negeri Maralol adalah guru yang diutus oleh pemerintah pusat. Namun sayang, kontrak mereka biasanya hanya dua tahun.

Dia katakan dia, guru yang sering meninggalkan tempat tugas berdampak buruk bagi massa depan anak-anak di Kampung Maralol. Sebab, pelajaran mereka jadi tertinggal.

Dia minta pemerintah daerah agar memerintahkan guru yang bertugas di Maralol untuk menetap dan tidak meninggalkan tempat tugas. Solusi lainnya, mencari guru yang benar-benar setia melaksanakan tugas seperti guru garda terdepan dari pemerintah pusat.

"Selaku pemerintah kampung saya berharap ada ketegasan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan bagi guru yang sering meninggalkan tempat tugas, bila perlu diberikan hukuman," kata dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP