Dampak banjir, warga Imogiri kesulitan air bersih
Banjir yang melanda Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, sejak Selasa (28/11) membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga belum bisa digunakan karena tercemar air bercampur lumpur luapan Sungai Oya.
Banjir yang melanda Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, sejak Selasa (28/11) membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga belum bisa digunakan karena tercemar air bercampur lumpur luapan Sungai Oya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyampaikan musibah banjir masih menyisakan masalah di Desa Sriharjo. Warga masih kesulitan air bersih karena sumurnya tercemar akibat banjir.
"Di Sriharjo ada sekitar 200 sumur yang tercemar karena banjir. Karena kalau daerah terkena banjir, otomatis sumurnya tercemar. Oleh sebab itu pemerintah harus segera turun tangan mengatasinya," ujar Dwi, Sabtu (2/12).
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Hardono. Dia mengatakan, warga sangat membutuhkan air bersih. Air merupakan kebutuhan utama saat ini.
"Sumur warga tercemar karena banjir kemarin. Warga sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari," tutur Hardono.
Akibat bencana banjir, sejumlah warga Dusun Sompok terpaksa mengungsi. Kurang lebih ada 100 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 355 jiwa warga mengungsi ke Pos Pengungsian terdekat.
"Di Dusun Sompok tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu rumah roboh dan tujuh rumah rusak. Sejumlah fasilitas umum dan sekolah seperti TK juga kebanjiran," tutup Hardono.
Baca juga:
Banjir di rel Porong Sidoarjo, 210 perjalanan kereta dibatalkan
Rel teredam, perjalanan kereta api dari ke Semarang terganggu
Tanggul pantai jebol, ratusan warga Pekalongan mengungsi
Sepanjang 2017, terjadi 143 bencana terjadi di Sumsel dan tewaskan 19 jiwa
5 Kecamatan terendam banjir, warga Paser waspada kemunculan buaya