Curah Hujan Sebulan dalam Sehari! Prabowo Kunjungi Bali Langsung dari Abu Dhabi, Tinjau Dampak Banjir Denpasar
Presiden Prabowo Kunjungi Bali langsung dari Abu Dhabi untuk meninjau dampak banjir parah di Denpasar akibat curah hujan ekstrem. Apa saja agenda beliau dan seberapa parah kerusakannya?
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bali pada Sabtu pagi, 13 September, langsung dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kedatangannya bertujuan untuk meninjau langsung dampak banjir bandang yang melanda wilayah Denpasar dan sekitarnya. Musibah ini terjadi setelah hujan deras mengguyur pulau tersebut selama lebih dari 24 jam.
Setibanya di Pangkalan Udara I Gusti Ngurah Rai, Presiden Prabowo disambut sejumlah pejabat tinggi daerah dan militer, termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster. Beliau segera menuju lokasi terdampak untuk melihat kondisi pasar dan bertemu warga. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang tercatat mencapai 385 milimeter, setara dengan akumulasi curah hujan satu bulan penuh. Akibatnya, banyak lokasi di Bali mengalami banjir dan tanah longsor. Presiden akan mengunjungi posko pengungsian dan keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
Prabowo Kunjungi Bali, Tinjauan Langsung ke Lokasi Terdampak Banjir
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bali dengan pesawat kepresidenan dari Abu Dhabi pada Sabtu pagi. Kedatangannya disambut oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Daniel Adityajaya. Setelah prosesi penyambutan, Presiden langsung bertolak menuju lokasi terdampak banjir.
Agenda utama Presiden di Denpasar adalah meninjau dampak banjir di Pasar Badung. Beliau akan melihat langsung kondisi area basement pasar serta kios-kios pedagang yang terendam air. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat kerusakan yang terjadi.
Selain Pasar Badung, Presiden Prabowo juga dijadwalkan mengunjungi posko pengungsian di Banjar Kesambi, Kesiman, Denpasar. Di sana, beliau akan berinteraksi dengan para pengungsi dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Kunjungan ini juga mencakup melayat ke rumah salah satu korban banjir di Serangan, Denpasar Selatan, sebagai bentuk empati dan solidaritas.
Setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya di Denpasar, Presiden Prabowo dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Istana Tampak Siring di Kabupaten Gianyar pada sore harinya. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merespons cepat bencana yang terjadi.
Dampak Curah Hujan Ekstrem dan Data Bencana di Bali
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Bali merupakan akibat dari curah hujan yang sangat tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa curah hujan mencapai 385 milimeter. Angka ini setara dengan jumlah curah hujan yang biasanya terjadi selama satu bulan penuh, namun turun dalam waktu lebih dari 24 jam.
Intensitas hujan yang ekstrem ini dimulai sejak Selasa, 9 September, menyebabkan berbagai wilayah di Bali terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat bahwa pada 10 September, banjir dan tanah longsor terjadi di 123 lokasi. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota, meliputi Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Karangasem, dan Jembrana.
Dampak dari bencana ini cukup signifikan. Hingga Jumat malam, BPBD melaporkan bahwa musibah tersebut telah merenggut 17 korban jiwa. Selain itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Data ini menunjukkan urgensi penanganan bencana dan pemulihan pasca-bencana.
Sumber: AntaraNews