LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cuaca buruk, nelayan pesisir selatan tak bisa melaut

Para nelayan yang merasakan dampak nomali cuaca kali ini terpaksa tidak bisa beraktivitas melaut karena perubahan gelombang dan air pasang menjadi besar akibat arah badai.

2017-11-29 23:01:00
Cuaca Ekstrem
Advertisement

Puluhan nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tepatnya di sekitaran perairan pantai Kecamatan Sutera mengeluhkan dampak anomali cuaca buruk yang terjadi sepekan terakhir November 2017 ini. Para nelayan yang merasakan dampak nomali cuaca kali ini terpaksa tidak bisa beraktivitas melaut karena perubahan gelombang dan air pasang menjadi besar akibat arah badai.

"Gangguan cuaca yang paling mengganggu itu ya badai kencang. Sebab arus gelombang mengikuti arah angin," kata Nasrol (52) kepada Mardeka, Rabu (29/11).

Dia menjelaskan, anomali cuaca dengan hujan lebat dan badai sudah berlangsung sepekan terakhir bulan November ini membuat nelayan tak bisa melaut. Terutama bagi nelayan kecil yang hanya menggantungkan diri anak kapal dan anggota nelayan lainnya.

"Kalau cuaca buruk seluruh aktivitas melaut di perairan pantai Sutera tidak akan ada dan itu terlihat sama di pantai luar, Sutera apabila cuaca buruk," jelasnya.

Berprofesi sebagai nelayan, terutama untuk nelayan kecil kebanyakan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Mirisnya, di saat cuaca buruk, sebagian nelayan terpaksa hanya bisa gigit jari melihat keadaan.

"Sebab sudah terbiasa dengan hidup di tepi pantai. Jadi mau bagaimana lagi, harus siap dengan risiko cuaca," kata Nasrol yang sudah melakoni profesi melaut selama 32 tahun di daerah itu.

Menurut Nasrol, hidup sebagai seorang nelayan memang tidak menutupi target setiap. Sebab, mencari untung dengan melaut hanya dapat untung-untungan, apalagi saat melawan arus cuaca buruk.

"Rezeki nelayan, kata orang rezeki harimau. Setiap hari melaut, hanya untung-untungan. Kalau cuaca, buruk ini tidak akan ada yang bisa dilakukan," terangnya.

Malangnya kata Nasrol, dengan kondisi tidak bisa melaut, apalagi saat tuntutan keluarga mendesak, sebagian nelayan hanya berpasrah diri dengan keadaan.

"Sedihnya, saat tunggakan SPP sekolah datang. Kami terpaksa, terkadang pinjam ke sesama tetangga. Ya, memang kalau untuk sekolah tidak dapat tunggunya. Apalagi, saat ada yang sakit untuk berobat," katanya.

Baca juga:
Akses jalan terputus, 13 desa di Pacitan terisolir akibat banjir dan longsor
Pacitan dikepung banjir, 4.000 warga diungsikan ke masjid dan GOR
Dilanda banjir, akses desa di Batangkapas Pesisir Selatan nyaris putus
Banjir dan longsor di Pacitan, 454 trafo PLN dipadamkan
Puluhan desa di Sukoharjo terendam luapan Bengawan Solo

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.