Puluhan desa di Sukoharjo terendam luapan Bengawan Solo
Merdeka.com - Puluhan desa di 5 kecamatan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, hingga Rabu (29/11) pagi, masih terendam banjir. Ratusan warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian besar desa yang terkena banjir berada di pinggir Sungai Bengawan Solo. Desa-desa tersebut setiap tahun menjadi langganan luapan sungai terpanjang di Jawa itu.
Tiga kecamatan yang menjadi langganan banjir luapan Bengawan Solo adalah Kecamatan Mojolaban, Polokarto, Grogol. Dua kecamatan yang juga terdampak banjir akibat derasnya hujan adalah Kecamatan Sukoharjo dan Weru.
Kabid Ops Tim SAR Kab Sukoharjo, Muchlis mengatakan, hingga pagi ini detector signal di Jembatan Bacem (di atas Bengawan Solo) masih menyala merah. Daerah terdampak banjir semakin meluas dan ratusan warga sudah mengungsi ke lokasi yang aman dari jangkauan banjir.
"Data sementara yang masuk ke Tim SAR, daerah tergenang dampak luapan Sungai langsur meliputi, Dusun Sayegan Kelurahan Sukoharjo dan Dusun Curidan Kelurahan Bulakrejo. Sementara itu dampak Sungai Samin, Dusun Kesongo Desa Tegalmade dan Desa Gadingan Kecamatan Mojolaban mulai mengungsi ke atas tanggul Sungai bengawan Solo," katanya.
Pantauan merdeka.com di sejumlah desa pinggir aliran Sungai Bengawan Solo, pagi ini masih tergenang hingga diatas pinggang orang dewasa. Sebagian warga mulai menyelamatkan barang berharga untuk dibawa ke tempat pengungsian.
Sementara itu di Kecamatan Weru, bajir meluas ke Desa Ngreco dan Desa Tegalsari akibat luapan air Kali Gawe. Di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol ada 47 rumah terendam banjir setinggi 30 centimeter hingga 1 meter. Sedangkan di Sungai Jenes masih stagnan, namun berpotensi besar terjadi banjir di wilayah Kartasura.
"Sementara Sungai jenes stagnan dan tidak mampu masuk ke Bengawan Solo karena kalah power dengan arus Sungai benagwan Solo. Sangat dimungkinkan jika seperti ini akan meluap ke Desa Cemani, Desa Pabelan, Kelurahan Ngadirejo dan Desa Sigopuran, sementara tren air naik terus TMA nya," tandasnya.
Di Kota Solo, banjir melanda di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Antara lain di Kelurahan Sewu yang memang menjadi daerah rawan banjir. Lokasi ini paling dekat dengan bibir sungai Bengawan Solo. Bahkan jaraknya tidak lebih dari 100 meter.
Meski sebagian besar warga telah direlokasi, namun masih dihuni ada puluhan Kepala Keluarga (KK) yang bertahan. Ada puluhan rumah di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo yang terendam banjir. Ketinggian air mulai dari 30 sentimeter sampai dengan 1 meter.
Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Sewu mencatat setidaknya tiga kampung yang masih ada di bantaran semuanya terendam. Diantaranya, kampung Beton, Sowijayan dan juga Kampun Putat.
"Ada 88 Kepala Keluarga atau 246 jiwa yang terdampak banjir dari Sungai Bengawan Solo," jelas salah satu petugas Sibat, Budi Utomo.
Sejumlah warga pun langsung menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka. Relawan juga telah mendirikan sejumlah tenda untuk tempat evakuasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Aly mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap daerah-daerah yang terdampak banjir. Dan bagi warga yang tinggal di daerah banjir langsung di evakuasi.
"Kami masih melakukan pendataan, benar kemarin sejumlah warga di Putat juga sudah dievakuasi," katanya. mulai bersiap. Terutama menyelamatkan barang-barang berharga," katanya.
Sementara itu cuaca di Kota Solo dan sekitarnya pagi ini cerah berawan. Pada pagi matahari sempat menyinari beberapa jam. Namun menjelang siang, awan gelap mulai menyelimuti langit.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya