LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cuaca Buruk, Lion Air dari Surabaya-Samarinda Mendarat di Balikpapan

Setelah sempat berputar 7 kali di udara, pilot akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan di Bandara SAMS Balikpapan, dan tiba sekira pukul 10.44 WITA.

2020-06-22 12:56:27
Lion Air
Advertisement

Penerbangan Lion Air B737-800 beregister PK-LPT bernomor JT314 dari Surabaya tujuan Samarinda, Kalimantan Timur, urung mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda akibat cuaca buruk. Pendaratan dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS), di Balikpapan.

Lion Air JT314 berangkat dari Bandara Juanda Surabaya, pukul 07.32 WIB. Semestinya, pesawat itu mendarat pukul 09.50 WITA di Samarinda. Hujan intensitas ringan, dan awan tebal dari pagi ini tadi, membuat pilot urung mendarat di Samarinda.

Setelah sempat berputar 7 kali di udara, pilot akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan di Bandara SAMS Balikpapan, dan tiba sekira pukul 10.44 WITA.

Advertisement

"Benar. Lion JT314 divert ke Balikpapan, karena cuaca buruk," kata Kasi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto Rora Ardian, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (22/6).

Masih dari pantauan merdeka.com, Garuda Indonesia Boeing 737-800 bernomor penerbangan GA580 dari Jakarta, juga sempat bersamaan berputar di udara dengan Lion Air JT314. Setelah berputar 20 kali di udara, GA580 dengan register PK-GMU itu akhirnya mendarat di Bandara APT Pranoto.

Namun demikian, kali ini, meski cuaca masih relatif berawan tebal dan berkabut, dan hujan intensitas ringan, GA580 tidak mendarat melalui sisi ujung Runway04, melainkan melalui ujung Runway22 sekira pukul 11.30 WITA.

Advertisement

"Garuda Indonesia tidak divert, hanya menunggu kurang lebih 1 jam, sampai cuaca aman untuk pendaratan di APT Pranoto. Jadi, GA580 mendarat dengan aman," demikian Rora.

Untuk diketahui, Bandara APT Pranoto memiliki panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter. Saat ini, meski sudah dilengkapi AFL (Air Field Lighting) diantaranya berupa lampu runway. Namun masih harus dilengkapi ILS (Instrument Landing System), untuk membantu navigasi dan pendaratan pesawat oleh pilot.

Baca juga:
Ini Aturan Bepergian Menggunakan Pesawat di Wilayah NTT Saat New Normal
Lion Air Group Kembali Layani Penerbangan Domestik Mulai Hari Ini
Penumpang Bandara Adi Soemarmo Anjlok Dari Normal 2.000 Kini Hanya 100-an Orang
Lion Air, Wings Air dan Batik Air Hentikan Sementara Penerbangan Mulai 5 Juni 2020
Lion Air Group Hentikan Sementara Penerbangan Sampai 31 Mei 2020
Bisnis Mati Suri, Lion Air Group Pangkas Gaji dan Tunda THR Karyawan

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.