Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bisnis Mati Suri, Lion Air Group Pangkas Gaji dan Tunda THR Karyawan

Bisnis Mati Suri, Lion Air Group Pangkas Gaji dan Tunda THR Karyawan Lion Air. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Lion Air Group tengah berada di masa sulit akibat pandemi Covid-19 yang kian meluas di seluruh wilayah Tanah Air. Imbasnya, maskapai terpaksa memangkas gaji karyawan secara bervariasi.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pandemi ini menjadikan industri penerbangan mati suri. Sementara, biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang amat berat.

"Keadaan yang terjadi mendorong manajemen perusahaan penerbangan mengambil langkah yang dianggap dapat mempertahankan kelangsungan bisnis. Termasuk tindakan atau kebijakan yang tidak disukai atau yang tidak populis," kata Danang dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Menurutnya kebijakan pemangkasan gaji telah dibicarakan bersama mitra usaha dan seluruh karyawan. Adapun besarannya disesuaikan dengan posisi jabatan, sehingga semakin besar penghasilan maka semakin besar pula nominal pemotongannya.

Di samping itu, maskapai juga terpaksa menunda waktu pencairan tunjangan hari raya atau THR terhadap seluruh pegawai. Namun, THR tetap diberikan bagi kelompok pegawai berpenghasilan sama dengan upah minimum yakni, tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter, dan staf tertentu.

"Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan. Manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional beroperasi normal kembali," terangnya.

Belum Ada PHK

phk rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Meski begitu, Lion Air Group belum berpikir untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan. Pertimbangan utama ialah sebagai keluarga besar yang terdapat di dalamnya kurang lebih 29.000 karyawan, mayoritas menggantungkan keberlangsungan hidup pada bisnis ini.

Oleh karenanya, maskapai masih terus mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil guna menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Hal ini bertujuan meminimalisir beban yang ditanggung selama pandemi berlangsung.

"Lion Air Group tengah berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi yang tercipta akibat Covid-19. Ini memberikan dampak luar biasa, termasuk situasi yang penuh ketidakpastian," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP