Cerita Warga soal Ibu dan Dua Anak yang Tewas Tragis di Bandung: Kami Tak Menyangka
Kabar duka ini mengejutkan warga sekitar. Sosok EN dikenal sebagai ibu rumah tangga yang ramah dan tidak pernah menunjukkan gelagat aneh.
Peristiwa memilukan terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Seorang ibu berinisial EN (34) ditemukan meninggal dunia bersama dua anaknya dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (5/9) dini hari. Ketiganya diduga kuat tewas akibat bunuh diri.
Kabar duka ini mengejutkan warga sekitar. Sosok EN dikenal sebagai ibu rumah tangga yang ramah dan tidak pernah menunjukkan gelagat aneh.
Yogi Ramdani (23), salah satu tetangga, mengaku tidak menyangka bahwa perempuan yang kerap ia sapa sehari-hari itu akan mengakhiri hidupnya secara tragis.
“Iya, kaget pasti. Syok tiba-tiba kan yang biasanya lewat kan ketemu tiap hari. Enggak nyangka aja gitu,” ujar Yogi saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian, Jumat (5/9).
Yogi menuturkan, sehari-hari EN tampak seperti ibu pada umumnya, sibuk mengurus anak, termasuk bayi berusia 11 bulan. Tak terdengar ada cekcok dengan suami, ataupun masalah yang mencolok di lingkungan tempat tinggalnya.
Namun, semua berubah saat Jumat dini hari. Suami korban, YS, yang pulang kerja sekitar pukul 04.00 WIB, dibuat panik karena tak ada respons saat mengetuk pintu rumah kontrakannya.
“Waktu ditanyain kenapa, enggak ada keluar-keluar gitu istrinya,” kata Yogi.
YS kemudian meminjam bangku milik tetangga untuk mengintip ke dalam rumah melalui ventilasi. Dari situ, ia melihat kaki anaknya tergeletak di lantai, tak bergerak. Suasana pun berubah mencekam.
“Pas dilihat ada kaki anaknya, yang dipanggil-panggil enggak ada yang nyaut Itu,” ujarnya.
Warga yang turut menyaksikan kepanikan YS lalu meminta izin untuk mendobrak pintu. Begitu berhasil masuk, pemandangan pilu pun terlihat EN dan kedua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan), ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dengan kondisi leher terjerat tali.
“Histeris pasti. Iya, histeris. Dia langsung syok berat pas ini,” tutur Yogi.
Setelah kejadian itu, warga segera melapor kepada pihak berwenang, mulai dari ketua RT, RW, Babinsa, hingga polisi. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Yogi juga menyebut bahwa di lokasi kejadian ditemukan sebuah surat yang diduga ditulis langsung oleh EN sebelum mengakhiri hidupnya.
“Waktu diperiksa gitu barang di TKP ada surat kayak wasiat gitu kan. Titip surat bikin surat dulu. Kayaknya itu emang udah direncanain,” katanya.
Polisi Temukan Surat Wasiat Berisi Permintaan Maaf
Pihak kepolisian membenarkan temuan tersebut. Surat yang ditinggalkan korban kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Menurut Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, isi surat itu menunjukkan adanya tekanan emosional dan masalah keluarga yang dialami korban.
“Kami menemukan dari hasil oleh TKP, ada sebuah surat wasiat atau surat yang ditulis oleh terduga mungkin korban, yang isinya adalah meceritakan terkait permasalahan keluarga dan permintaan maaf kepada keluarga, beserta kedua anak korban yang meninggal dunia,” katanya.