Cegah antraks, lalu lintas hewan di Sumut diperketat
Sumut masih bebas antraks. Bahkan kasusnya belum pernah ditemukan di provinsi ini.
Adanya temuan kasus hewan yang diserang antraks di Pinrang, Sulawesi Selatan, membuat sejumlah daerah waspada. Dinas Peternakan Sumut pun memperketat masuknya sapi ke daerah ini.
“Ini upaya pencegahan. Kita memeriksa setiap hewan yang masuk dokumennya, masuk dari daerah mana. Jika ditemukan dugaan antraks pada hewan, maka langkah isolasi langsung dilakukan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sumut, drh Muhaimin, Selasa (8/3).
Dia memaparkan Sumut masih bebas antraks. Bahkan kasusnya belum pernah ditemukan di daerah ini.
Selama ini, antraks hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Sulawesi. Teranyar, puluhan hewan ternak di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), mati tiba-tiba. Dari hasil identifikasi instansi terkait, kematian hewan itu karena terserang antraks.
Muhaimin mengatakan, langkah kewaspadaan tetap dilakukan meskipun daerah yang terkena wabah tidak akan berani mengirim ternaknya ke daerah lain. “Itu ada aturannya. Wabahnya harus diberantas. Tapi kita tetap melakukan pencegahan,” katanya.
Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Penularan dapat melalui makanan atau sumber air minum yang terkontaminasi spora bakteri. Faktor stres pada hewan karena kondisi lingkungan juga dapat memicu terjadinya infeksi.
Manusia berpotensi terinfeksi bila kontak dengan hewan yang terkena antraks, dapat melalui daging, tulang, kulit, maupun kotoran.
Baca juga:
Pengusaha apresiasi keputusan Jokowi impor daging kerbau asal India
Daging sapi dicampur celeng, pengusaha salahkan pemerintah Jokowi
Warga serbu pasar daging murah yang digelar Kementan
Mentan Amran: Daging sapi asal NTT dijual Rp 85.000/Kg ke konsumen
Mentan tak jamin kapal ternak langsung turunkan harga daging sapi