LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cara Cegah Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mengatakan, tingkat repreduksi Covid-19 di Indonesia per 6 Oktober 2021 hanya 0,96 persen. Angkanya terus menunjukkan penurunan dari 16 September 2021 yang mencapai 0,98.

2021-10-13 11:55:25
Covid-19
Advertisement

Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mengatakan, tingkat repreduksi Covid-19 di Indonesia per 6 Oktober 2021 hanya 0,96 persen. Angkanya terus menunjukkan penurunan dari 16 September 2021 yang mencapai 0,98.

Seiring dengan menurunnya tingkat repreduksi, angka kematian dan keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan atau darurat Covid-19 juga menurun. Menurutnya, penurunan ini merupakan dampak dari vaksinasi Covid-19.

"Ini salah satu adalah akibat daripada vaksinasi dan vaksinasi di Indonesia menggunakan vaksinasi yang masih dianggap orang kurang efektif, padahal efektif. Jadi Sinovac efektif, nggak kalah sama Pfizer mRNA kan," katanya dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui YouTube Lapor Covid 19, Rabu (13/10).

Advertisement

Meski pandemi di Indonesia telah terkendali, risiko peningkatan kasus Covid-19 masih tinggi. Terlebih, Indonesia akan menghadapi libur panjang Natal dan akhir tahun 2021. Libur panjang, biasanya memicu lonjakan kasus Covid-19.

Menurut Pandu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kembali melonjaknya kasus Covid-19 atau gelombang ketiga pandemi. Di antaranya masyarakat tidak boleh ragu mengikuti vaksinasi Covid-19.

Selain itu, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, bersedia ditesting, dan tidak menyembunyikan status jika terinfeksi Covid-19.

Advertisement

Di sisi lain, pemerintah perlu mengambil kebijakan untuk menekan mobilitas selama libur panjang sehingga penularan Covid-19 konsisten menurun.

"Kalau kita menggunakan cara-cara ini secara konsisten dan terkoordinasi, dievaluasi, kita bisa mencegah lonjakan gelombang ketiga yang sangat tinggi. Kalau lonjakan kecil, mungkin terjadi," ujarnya.

Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman secara spesifik mengungkap gelombang ketiga pandemi Covid-19 kemungkinan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2021. Puncak gelombang ketiga ini terjadi sekitar awal Januari 2021.

"Sebetulnya potensi gelombang ketiga ini terjadi atas kombinasi mobilitas, vaksinasi yang belum kuat, pelonggaran-pelonggaran, kemudian juga potensi selain varian Delta ada varian lain. Ini yang akan membuat gelombang ketiga hampir sulit dihindari," kata Dicky.

Baca juga:
Gowes ke Pantai Berujung Terdakwa, Ini Fakta Baru Wali Kota Malang Didenda Rp25 Juta
Survei Johns Hopkins Center: 34 Persen Masyarakat Tidak akan Terima Vaksin Covid-19
Rusia Uji Coba Vaksin Covid Lewat Semprot Hidung
Fasilitas Isolasi Terintegrasi Sulsel Catatkan Nol Pasien Covid-19
Satgas Covid-19 Segera Umumkan 18 Negara Boleh Masuk RI
Satgas: Isolasi Terpusat Menyelamatkan Agar Tidak Tertular Covid-19
Gelombang ke-3 Covid-19, Samarinda Deteksi Titik Rawan Penimbunan Oksigen

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.