Gelombang ke-3 Covid-19, Samarinda Deteksi Titik Rawan Penimbunan Oksigen
Merdeka.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Kota Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan tidak ada kelangkaan stok oksigen saat lonjakan kasus Covid-19 varian Delta pada Juni-Juli lalu. Masalah yang terjadi adalah kelangkaan regulator oksigen akibat tingginya harga.
"Sebenarnya di Samarinda tidak ada kelangkaan oksigen, yang langka itu regulatornya. Langka karena kenaikan harga luar biasa," ucap Osa dalam webinar, Selasa (12/10).
Osa mengaku Pemkot Samarinda dengan rutin melakukan langkah sinergi dengan IDI Samarinda untuk mendeteksi titik-titik rawan penimbunan oksigen dan alat kelengkapannya. Ini dilakukan demi mencegah gelombang ketiga Covid-19.
Selain itu, Osa menyampaikan Pemkot Samarinda telah menyiapkan alat pelindung diri (APD) di luar fasilitas kesehatan klinik seperti para dokter yang tidak berpraktik di rumah sakit.
Khusus para dokter yang berpraktik di rumah agar mengatur waktu pasien berobat untuk membatasi kuantitas pasien.
"Rekomendasi teman-teman sejawat yang memang tempat praktik tidak dibuat zonasi mungkin dilakukan pengendalian waktu praktiknya," tandasnya.
Masalah yang sama juga dialami Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengantisipasi potensi gelombang tiga. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus dr Ahmad Syaifuddin mengatakan tata kelola klinis sebagai upaya mengantisipasi potensi gelombang tiga penularan Covid. Satu contoh tata kelola klinis yang dipertimbangkan IDI Kudus adalah switching jenis kebutuhan oksigen bagi pasien.
"Setelah dilakukan evaluasi ada beberapa alat kesehatan yang memang resources oksigennya itu sangat tinggi, sehingga ada beberapa yang diswitch," ucap Ahmad.
Ahmad menuturkan, selain melakukan pergantian (switching) jenis oksigen kepada pasien, kapasitas oksigen sebagai stok untuk wilayah Kabupaten Kudus juga ditingkatkan.
Saat ini, sebut Ahmad, beberapa rumah sakit sudah mendapat penopang kebutuhan oksigen, terkhusus oksigen likuid.
"Di rumah sakit juga saat ini kita mulai memback up liquid oxygen, karena kapasitas agak kurang sekarang sudah kita perbesar, sumber produksi dan produsennya. Jadi kalau kami menekankan tata kelola klinisnya," tandasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya