LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Butuh pimpinan kompeten, KPK minta pemerintah segera bentuk pansel

"Pansel itu juga termasuk rekam jejak memerlukan waktu yang panjang juga," kata Zulkarnain.

2015-04-21 18:00:00
KPK
Advertisement

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkarnain mengatakan panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan KPK jilid IV harus dibentuk sebelum masa jabatan pimpinan KPK jilid III berakhir.

Menurut dia, sebelum masa pimpinan selesai pada Desember 2015 nanti, pansel harus sudah terbentuk guna menelusuri rekam jejak para calon pimpinan.‎

"Pansel itu juga termasuk rekam jejak memerlukan waktu yang panjang juga. Sehingga nanti terpilih orang-orang yang kompeten, integritasnya bagus dan masa lalu itu kami harapkan tidak ada masalah," kata Zulkarnain di Gedung KPK Jakarta, Selasa (21/4).

Dia menyatakan tidak ingin maju kembali menjadi calon pimpinan KPK. Hal itu karena, dia berharap ada regenerasi kepemimpinan di lembaga anti-rasuah tersebut.

"Kalau saya ingin memberikan peluang terhadap generasi-generasi berikut. Kalau buat saya rasanya sudah cukup berbagi,"‎ tegasnya.

‎Senada, Wakil Ketua KPK non-aktif‎, Bambang Widjojanto menilai pansel pimpinan KPK harus segera dibentuk. Menurutnya hal itu dilakukan memberikan energi yang baru bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Supaya kita bisa move on dan mulai memberantas korupsi dengan orang-orang yang baru lagi," ujar dia.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan ada beberapa hal dasar yang harus dimiliki pimpinan KPK baru maupun pansel. Di antaranya profesionalitas, pemahaman yang utuh terhadap isu anti korupsi, pengawasan, integritas, kemudian kemampuan dalam berkomunikasi.

Terkait waktu yang dibutuhkan oleh pansel untuk melakukan seleksi calon pimpinan KPK, Bambang menganggap tiga bulan cukup jika publik ikut berpartisipasi dalam penyeleksian tersebut.

"Yang paling sulit kan melihat track recordnya, kalau kompetensi bisa kita periksa. Ada pertanyaan knowledge yang bisa kita periksa dalam kompetensi, tapi yang paling susah adalah mengecek backgroundnya, apakah itu cocok dengan yang diharapkan menjadi pimpinan KPK ke depan," pungkasnya.

Baca juga:
Zulkarnain yakin DPR akan terima Perppu Plt pimpinan KPK
Bambang Widjojanto: Duit korupsi dipakai untuk wanita idaman lain
Bambang Widjojanto sebut koruptor pria habiskan duit untuk WIL
Menteri Puan: Kalau perempuan pimpin KPK, itu dahsyat
Demo di dalam Gedung DPR, enam mahasiswa diringkus Pamdal
KPK sebut bukti-bukti praperadilan yang diajukan Jero tak relevan
Hari Kartini, gedung KPK kedatangan para menteri perempuan

(mdk/efd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.