Bupati Gunungkidul Pastikan Perlindungan Anak Korban Kekerasan di Patuk
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau langsung kondisi balita korban dugaan kekerasan ibu kandung di Patuk, menegaskan komitmen Pemkab dalam Perlindungan Anak Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengunjungi seorang balita yang menjadi korban dugaan kekerasan anak oleh ibu kandungnya sendiri. Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi dan perlindungan anak tersebut. Insiden kekerasan itu sendiri terjadi beberapa waktu lalu di sebuah rumah di Pleret, Bantul.
Saat ini, balita tersebut telah tinggal bersama keluarganya di Patuk, Gunungkidul, setelah insiden penelantaran yang menimpanya. Pemkab Gunungkidul, melalui kunjungan langsung Bupati, menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini. Upaya ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap isu kekerasan anak.
Kunjungan Bupati pada Sabtu, 6 Juni 2026, menegaskan bahwa korban kini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan penuh. Jajaran Pemkab Gunungkidul sebelumnya juga telah meninjau lokasi bersama TNI dan Polri Kapanewon Patuk. Ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanganan kasus kekerasan anak.
Kondisi Terkini dan Perlindungan Korban
Bupati Endah Subekti Kuntariningsih secara langsung meninjau kondisi psikologis dan kesehatan anak. Peninjauan ini dilakukan setelah insiden penelantaran oleh ibu kandungnya. Anak tersebut kini tinggal bersama neneknya di Patuk, Gunungkidul, yang merupakan warga asli daerah tersebut.
"Saat ini anak berada di rumah neneknya, kami telah memastikan korban berada dalam kondisi aman dan mendapatkan perlindungan penuh," kata Endah. Ia menambahkan bahwa anak tersebut tampak sehat dan gembira. Keberadaan anak di lingkungan keluarga ayahnya memberikan rasa nyaman yang sangat dibutuhkan.
Kunjungan ini juga melibatkan jajaran Pemkab Gunungkidul, TNI, dan Polri Kapanewon Patuk pada Jumat, 5 April 2026. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam memberikan Perlindungan Anak Gunungkidul. Fokus utama adalah pemulihan kondisi fisik dan mental korban pasca insiden.
Komitmen Pemkab Gunungkidul dalam Perlindungan Anak
Bupati Endah menegaskan bahwa Pemkab Gunungkidul siap memberikan perlindungan menyeluruh kepada semua korban kekerasan. Prioritas diberikan terutama bagi perempuan dan anak-anak yang rentan. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warganya.
Salah satu bentuk upaya perlindungan tersebut adalah penyediaan rumah aman atau safety house bagi korban. "Kami juga menyiapkan safety house bagi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Endah. Fasilitas ini penting untuk memberikan tempat berlindung yang layak serta dukungan psikologis.
Selain itu, Bupati juga meminta masyarakat agar ikut mengawasi lingkungan sekitar. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk memastikan tidak ada lagi anak yang terlantar atau mengalami tindak kekerasan. Pencegahan kekerasan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Latar belakang keluarga korban menunjukkan bahwa ayah anak tersebut merupakan warga Patuk, Gunungkidul. Sementara itu, sang ibu berasal dari Tulang Bawang, Lampung. Informasi ini penting untuk memahami dinamika keluarga dan memberikan penanganan yang tepat dalam kasus Perlindungan Anak Gunungkidul.
Sumber: AntaraNews