Bukan Sekadar Gedung Tua, Revitalisasi Museum Sulut Jadi Magnet Wisata Sejarah dan Budaya
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melakukan revitalisasi Museum Sulut secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan menjaga warisan budaya, memperkuat pariwisata, dan menarik minat generasi muda.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) telah memulai program revitalisasi menyeluruh terhadap Museum Provinsi Sulawesi Utara. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga warisan budaya daerah sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di Manado. Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan aset bersejarah ini.
Revitalisasi yang dimulai pada akhir Oktober ini bukan hanya sekadar renovasi fisik bangunan museum yang telah lama berdiri. Lebih dari itu, Pemprov Sulut berupaya memperkuat fungsi museum sebagai pusat informasi, edukasi, dan pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat. Museum diharapkan menjadi ruang hidup bagi memori kolektif dan identitas daerah.
Gubernur Yulius Selvanus menyatakan bahwa museum adalah wadah pengabdian terhadap sejarah dan kebudayaan, termasuk pelestariannya. Kebijakan ini juga bertujuan memastikan setiap aset daerah terpelihara dengan baik. Hal ini akan berfungsi optimal untuk kepentingan publik dan kebanggaan budaya Sulawesi Utara.
Memperkuat Identitas dan Memori Kolektif Melalui Revitalisasi Museum Sulut
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menekankan pentingnya eksistensi museum sebagai penjaga identitas dan memori kolektif masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Museum Provinsi Sulawesi Utara bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah. "Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan wadah pengabdian terhadap sejarah dan kebudayaan, termasuk pelestariannya,” ujar Gubernur.
Renovasi yang dilakukan pemerintah daerah merupakan wujud komitmen dalam memastikan aset daerah terpelihara dengan baik. Aset ini harus berfungsi optimal untuk kepentingan publik. Gubernur menegaskan bahwa "Di sinilah nilai, jati diri, dan sejarah daerah kita diwariskan. Pemerintah hadir untuk menjaga, menghidupkan, dan menumbuhkan kembali kebanggaan budaya Sulawesi Utara,” tegasnya.
Upaya revitalisasi Museum Sulut ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi museum secara maksimal. Hal ini juga akan menjadikannya pusat pembelajaran yang inspiratif bagi generasi mendatang. "Museum Provinsi Sulawesi Utara yang telah lama menjadi simbol perjalanan sejarah daerah kini mendapatkan sentuhan revitalisasi menyeluruh," kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Manado, Minggu.
Museum Sulut sebagai Pusat Pembelajaran dan Daya Tarik Wisata Baru
Staf Khusus Gubernur Bidang Kebudayaan, Maximiliaan Lomban, menyampaikan bahwa proyek renovasi ini menjadi momentum awal bagi revitalisasi sektor kebudayaan di Sulawesi Utara. Ia berharap museum dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran budaya yang dinamis. "Kami berharap museum ini dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran budaya serta ruang publik yang terbuka bagi generasi muda untuk mengenal akar sejarah dan nilai luhur daerahnya,” ungkap Lomban.
Generasi muda dapat mengenal akar sejarah dan nilai luhur daerahnya melalui fasilitas yang diperbarui. Dukungan serupa datang dari Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata, Dr. Drevy Malalantang. Ia menilai kebijakan ini sejalan dengan visi-misi Gubernur dalam pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata dan kebudayaan.
Malalantang menjelaskan bahwa renovasi museum adalah bentuk integrasi antara pelestarian budaya dan pengembangan destinasi wisata. "Renovasi museum merupakan bentuk integrasi antara pelestarian budaya dengan pengembangan destinasi wisata. Ini langkah strategis yang memperkaya atraksi wisata Sulawesi Utara sekaligus memperkuat citra daerah sebagai destinasi berbudaya,” jelas Malalantang.
Museum yang direvitalisasi ini diproyeksikan akan menjadi magnet baru dalam perjalanan wisata Sulawesi Utara. Museum akan menghadirkan pengalaman edukatif dan inspiratif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Revitalisasi Museum Sulut secara komprehensif diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang.
Sumber: AntaraNews