LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Budi Waseso minta KontraS buktikan Freddy sawer Rp 450 miliar ke BNN

Budi Waseso meminta Haris Azhar membuktikan keterangan Freddy tersebut di tengah kepolisian mengusut informasi itu.

2016-07-29 17:01:17
Hukuman Mati
Advertisement

Terpidana kasus narkoba Freddy Budiman sempat memberikan pengakuan kepada Koordinator KontraS Haris Azhar, sebelum dieksekusi mati pada Jumat (29/7) dini hari. Dalam pertemuan tahun 2014 itu Freddy menyebutkan ada perwira TNI, Polri dan BNN, terlibat serta menerima fulus hasil penjualan narkobanya.

Dalam kesaksian Freddy yang dituliskan Haris, Freddy mengaku telah menyuap pejabat tinggi BNN hingga Rp 450 miliar dan Rp 90 miliar untuk pejabat Mabes Polri demi melancarkan bisnisnya mengimpor dan mengedarkan narkoba di Indonesia. Tak cuma itu, Freddy juga mengaku pernah satu mobil bareng jenderal TNI bintang dua sambil menyopiri dengan mobil berisi penuh narkoba.

Kepada BNN Komjen Budi Waseso meminta Haris Azhar membuktikan tulisannya atas pengakuan Freddy Budiman itu. Budi Waseso meminta Haris Azhar membuktikan keterangan Freddy tersebut di tengah kepolisian mengusut informasi itu.

"Kepala BNN meminta yang mengatasnamakan Harris Azhar selaku penulis berita tersebut, dapat membuktikan yang diungkapkan Freddy Budiman dalam kesaksiannya. BNN juga mendukung aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kebenaran berita tersebut," kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (29/7).

Budi Waseso menegaskan apabila ada anggota BNN terlibat peredaran narkoba seperti yang diungkapkan Freddy kepada Haris akan memberikan sanksi tegas. Menurut dia, hal itu sesuai komitmennya dalam memberantas narkoba.

"BNN akan tetap pada komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya dan mendukung terciptanya aparat penegak hukum yang bersih," kata Slamet.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar untuk mengusut kebenaran ocehan terpidana mati Freddy Budiman. Tito ingin mengetahui identitas jelas polisi dan anggota BNN yang memanfaatkan Freddy.

"Kita ingin tahu apakah beliau (Haris) ada nama jelas dan buktinya," tutur mantan Kapolda Metro itu.

Baca juga:
BNN janji tindak tegas anggota bantu Freddy Budiman bisnis narkoba
Freddy ngaku pernah pakai mobil jenderal bawa narkoba, ini kata TNI
Tiba di rumah duka, jenazah Freddy disalatkan dan segera dimakamkan
Politisi PDIP merinding baca pengakuan Freddy Budiman
DPR dalami pengakuan Freddy Budiman polisi & TNI ikut bisnis narkoba
Kapolri cari bukti Freddy beri uang ratusan miliar ke BNN dan polisi
Wanita-wanita di sekitar gembong narkoba Freddy Budiman

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.