Budi Waseso beberkan peningkatan penyalahgunaan dan pecandu narkoba
Jumlah pecandu narkoba naik 100.000 dalam kurun waktu setahun.
Komisi III DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (4/2). Dalam rapat tersebut, Kepala BNN Budi Waseso membeberkan data peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba.
"Berdasarkan penelitian kerjasama BNN dengan Puslitkes UI tahun 2015 menunjukkan besaran estimasi prevalensi penyalahgunaan narkoba naik 0,02 persen dari 2,18 persen di 2014, jadi 2,20 persen pada 2015," kata Budi Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Tidak hanya itu, jumlah pecandu narkoba di Indonesia juga meningkat. Terjadi kenaikan pada kelompok teratur pakai, pecandu nonsuntik dan pecandu suntik estimasi kurang lebih 100.000 orang dari tahun 2014-2015.
Budi Waseso juga menjelaskan hasil Forum Bali meeting on ASOS Plan, Securing ASEAN Community Against Illicit Drugs 2016-2025. Forum Bali Meeting diselenggarakan sebagai tindak lanjut pertemuan di Langkawi, Malaysia.
"Dalam forum tersebut Indonesia berhasil meningkatkan posisi draft ASOS Work Plan menjadi ASEAN Work Plan. Target ke depan pengurangan tanaman gelap di Indonesia, Ganja. Penurunan produksi peredaran dan kejahatan Narkotika. Penurunan prevalensi penyalahgunaan narkoba," ucapnya.
Baca juga:
Nunggu gelar perkara, wartawan dites urine mendadak oleh BNNP Jateng
Dana BNN cuma Rp 1,4 T, DPR sindir niat pemerintah berantas narkoba
Asyik nyabu di pinggir jalan, sopir dan kondektur dicokok polisi
Dimusnahkan, sabu, ganja & ekstasi senilai Rp 700 juta diblender
Usai jadi pegawai honorer Dishub Binjai, Iwan malah jual sabu
Narapidana teroris & narkoba bakal dibuatkan blok khusus super ketat