LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPN Sebut Pemilu Harus Pertontonkan Budaya Indonesia yang Adiluhung

Rapat Pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Lorin Solo Hotel, berakhir Jumat (8/2) sore. Rapat yang berlangsung tertutup dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin Ketua BPN Djoko Santoso dan dihadiri oleh hampir seluruh tokoh BPN.

2019-02-09 03:00:00
Prabowo-Sandiaga
Advertisement

Rapat Pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Lorin Solo Hotel, berakhir Jumat (8/2) sore. Rapat yang berlangsung tertutup dimulai pukul 10.00 WIB, dipimpin Ketua BPN Djoko Santoso dan dihadiri oleh hampir seluruh tokoh BPN.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno juga menyempatkan hadir dan memberikan arahan. Sandi didampingi oleh Juru bicara BPN Ferry Juliantono, Direktorat Relawan Ferry Mursyidan Baldan dan Dahnil Azhar. Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnoputri, politisi PAN Hanafi Rais, Neno Warisman, Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo juga turut hadir hingga rapat berakhir.

"Hari ini kami berkumpul di sini untuk membahas dan berkoordinasi piye apike (bagaimana baiknya). Apalagi ini sudah 70 hari menjelang Pemilu. Saya sebagai komandan dan Ketua BPN ingin tahu situasi di lapangan sekarang ini seperti apa," ujar Djoko saat memberikan keterangan.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga meminta kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi agar tetap menjaga ketenangan. Karena sejatinya, menurut Djoko, Pemilu merupakan ajang untuk mempertontonkan budaya pada bangsa lain.

"Pemilu itu sejatinya merupakan ajang untuk mempertontonkan budaya pada bangsa lain. Kita harus mempertontonkan peradaban pada bangsa lain, bahwa kita punya budaya yang adiluhung," tandasnya.

Pria yang akrab disapa Djoksan itu menilai, demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini bukan lagi demokrasi Pancasila, melainkan demokrasi liberal. Apalagi sistem yang diterapkan one man one vote. Sehingga mau tidak mau yang digunakan adalah demokrasi liberal.

Advertisement

"Kami tekankan, yang paling penting jangan bikin gaduh. Kalau terkait target kita serahkan pada Allah, sebagai manusia kita harus berdoa," jelasnya.

Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarnoputri menambahkan, dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Sandi saat ini, tujuannya hanya untuk menang. Kendati demikian, cara yang digunakan haruslah baik.

"Kita ingin demokrasi yang baik dan sehat, jangan main curang-curangan. Ini imbauan saja pada internal maupun pihak lainnya," tandasnya.

Baca juga:
Datangi Bawaslu, BPN Prabowo Klarifikasi Tudingan Dana Kampanye Fiktif
Demi Menangkan Jawa Tengah, BPN Fokus Isu Korupsi dan Ekonomi
Said Didu Ungkap Penyebab di Balik Tarif Tol Indonesia Termahal se-Asia Tenggara
Jawab Tagar Prabowo Salat Jumat Dimana, Ustaz Sambo Beri Bukti
Kata Prabowo Anggaran Bocor, Surya Paloh Pertanyakan Faktanya

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.