LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPJS Kesehatan Jadi Materi Khutbah Jumat, Ini Alasan dan Tujuannya

MUI mendorong peningkatan literasi mengenai JKN serta semangat gotong royong yang berlandaskan nilai-nilai syariah.

Jumat, 13 Feb 2026 08:00:00
bpjs kesehatan
MUI masukkan BPJS Kesehatan dalam khutbah Jumat untuk tingkatkan literasi JKN berbasis syariah. (Foto: Dokumentasi BPJS Kesehatan) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

BPJS Kesehatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam mendukung sosialisasi dan implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berbasis pada nilai-nilai syariah.

Dalam momen yang sama, MUI juga meluncurkan buku khutbah berjudul 'Meraih Sehat, Mensyukuri Nikmat' di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026. Buku ini berfungsi sebagai media dakwah dan edukasi yang berisi kumpulan materi khutbah Jumat, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial.

Substansi dari buku tersebut menyoroti keterkaitan antara keimanan, rasa syukur atas nikmat sehat, serta semangat gotong royong dalam Program JKN. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan literasi kesehatan masyarakat semakin meluas, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kepesertaan JKN adalah bagian dari tanggung jawab bersama.

Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Perimbangan Syariah, K.H. M. Cholil Nafis, menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator kemajuan bangsa dan nikmat yang harus dijaga.

Advertisement

"Indikasi negara maju adalah jika rakyatnya sehat. Sehat merupakan salah satu nikmat setelah iman dan Islam, bahkan berada di atas nikmat harta. Amanah sehat harus dijaga, salah satunya melalui gotong royong dalam Program JKN," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep ta'awun atau saling tolong-menolong dalam Program JKN dapat bernilai sedekah dan pahala. "Konsep ta'awun dalam Program JKN menjadi sedekah, menjadi pahala bagi peserta, sekaligus memberi manfaat karena hasilnya kembali untuk kemaslahatan peserta," tambahnya.

Advertisement

Negara Hadir Lewat BPJS Kesehatan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

"Sejak adanya BPJS Kesehatan, tidak boleh lagi terjadi masyarakat miskin tidak mendapatkan pengobatan. Semua harus bisa mengakses layanan kesehatan," kata Muhaimin. Ia mengakui bahwa APBN memiliki keterbatasan, sehingga sistem gotong royong menjadi solusi pembiayaan. Untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah tetap memberikan dukungan anggaran.

"Jika data tepat dan akurat, hampir tidak ada masyarakat miskin yang tidak mendapatkan perawatan. Jika ada kendala, umumnya bersifat administratif," katanya.Muhaimin juga menyebut Program JKN sebagai kebanggaan nasional karena menjadi sistem gotong royong terbesar di Indonesia.Perkuat Keberlanjutan Program JKNDirektur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan MUI adalah bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN.

"Sinergi BPJS Kesehatan dan MUI merupakan komitmen bersama dalam memperkuat sosialisasi dan implementasi Program JKN berbasis nilai-nilai syariah," ujar Ghufron. Ia menambahkan bahwa pendekatan keagamaan dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Advertisement

Dengan dukungan nilai syariah dan partisipasi aktif masyarakat, BPJS Kesehatan optimistis bahwa Program JKN akan terus berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berita Terbaru
  • Dokter Tifa Jalani Rawat Inap Akibat GERD dan Stres Tinggi di RS Polri Kramat Jati
  • Pemkab Gencarkan Sosialisasi Kemudahan Perizinan Kepulauan Seribu, Targetkan Investasi dan Pariwisata
  • Karhutla Aceh Barat Padam Total, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
  • Iran Lanjutkan Konsultasi Jelang Dialog Baru dengan AS Setelah Penundaan Pertemuan Swiss
  • Evaluasi Bogor Hornbills: Kurang Fokus Jadi Sorotan Usai Kalah di Final IBL 2026
  • berita update
  • bpjs kesehatan
  • khutbah jumat
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
A
Reporter Aditya Eka Prawira
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.