LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BP3TKI tak pernah keluarkan izin kerja luar negeri pada Mayang

Di data BP3TKI tidak ditemukan catatan yang pernah mengeluarkan kartu izin kerja luar negeri kepada Mayang.

2014-10-07 13:30:34
Pembunuhan Mayang
Advertisement

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar, Bali, I Wayan Pageh menyatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai data tentang Mayang Prasetyo (Febri Andriansyah), korban mutilasi dan dimasak dagingnya oleh sang kekasih di Australia.

"Di bank data BP3TKI tidak ditemukan data diri maupun catatan yang pernah mengeluarkan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) untuk yang bersangkutan," katanya di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/10).

Sedangkan terkait data dengan nama asli korban yakni Febri Andriansyah (27), dia menyatakan bahwa rekam jejak Febri di BP3TKI Bali juga tidak ada mengingat pembuatan KTKLN harus dilengkapi KTP asli dan surat dari orangtua.

"Dalam mengeluarkan KTKLN, harus ada KTP asli dan surat izin dari keluarga," katanya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa korban Febri Andriansyah atau Mayang Prasetyo dari Desa Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, Lampung itu pernah bekerja sebagai seorang juru masak di sebuah kapal pesiar.

"Artinya dari sejak awal mereka (korban) bekerja tidak membekali diri dengan KTKLN. Mekanisme yang ada biasanya kalau ada KTKLN datanya ada di tempat kami dan kami wajib mengirimkan datanya seperti paspor, visa dan perjanjian kerja," imbuhnya.

Dia mengaku bahwa pihaknya telah dihubungi pada Senin (6/10) sore oleh Kementerian Luar Negeri terkait data korban mutilasi di Brisbane itu. "Kemenlu menanyakan kepada kami karena korban berangkat dari Denpasar. Tetapi tidak terdaftar sebagai TKI dengan bukti KTKLN," ucapnya.

Sementara itu Kantor Imigrasi Kelas I-A Denpasar, tidak mengetahui domisili Mayang meskipun pihaknya mengeluarkan paspor korban pada 7 Januari 2011.

"Kami tidak mengetahui di mana domisilinya di Bali. Kami mengeluarkan paspor itu bukan berdasarkan domisili tetapi sepanjang memenuhi syarat yang bisa dikeluarkan di Kantor Imigrasi seluruh Indonesia," ucap Saroha Manulang, Kepala Seksi Informasi Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I-A Denpasar.

Mayang Prasetyo ditemukan tewas dimutilasi di apartemen milik kekasihnya di Brisbane, Australia. Pembunuhan itu diduga dilakukan oleh kekasihnya, Markus Peter Volke. Markus, saat akan ditangkap polisi, melarikan diri dan kemudian bunuh diri beberapa meter dari TKP.

Baca juga:
Sebut Mayang 'waria', koran Australia dikecam kaum LGBT
Mayang alias Febri tulang punggung keluarga
Mayang Prasetyo bernama asli Febri, laki-laki asal Lampung
Mayang, transgender yang tewas dimasak tak terdaftar di KJRI
Mayang yang dibunuh lantas dimutilasi menikah di Eropa
Pembunuh yang lantas memasak Mayang sempat obati luka ke RS
Ini TKP Mayang dibunuh sadis hingga dimasak suami di Brisbane

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.