Mayang alias Febri tulang punggung keluarga
Merdeka.com - Mayang Prasetyo alias Febri sudah lama merantau meninggalkan ibu dan dua adiknya di Lampung. Selama ini Mayang adalah tulang punggung keluarga dan sering mengirim uang untuk kehidupan ibu adik-adiknya di rumah.
Hal ini disampaikan Ibunda Mayang, Nining Sukarni di Lampung yang dikutip merdeka.com dari situs berita The Courier-Mail, Selasa (7/10). Menurut Sukarni, Mayang alias Febri selalu membantu keluarga.
"Dia juga menyekolahkan kedua adiknya. Dia selalu mengirimi uang," ujar Sukarni.
Kedua adik mayang berjenis kelamin perempuan, usianya 18 dan 15 tahun. Kematian Febri pun membuat Sukarni menjadi terpukul. "Dia adalah tulang punggung keluarga," ujar Sukarni.
Nining Sukarni sendiri mengaku sudah pernah bertemu dengan suami Mayang alias Febri, Marcus Volke. Di mata Sukarni, menantunya yang berkewarganegaraan Australia itu sosok yang pendiam.
"Mayang dan Volke berkunjung ke sini tahun lalu. Volke kelihatannya pendiam dan penurut. Mereka bilang baru saja akan bekerja di sebuah restoran di Brisbane," ujar Nining Sukarni seperti dikutip dari The Courier-Mail, Selasa (7/10).
Sebelumnya diberitakan Mayang Prasetyo ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di apartemen milik Marcus Volke di Brisbane Australia. Jasad Mayang ditemukan dalam bentuk potongan-potongan bahkan ada yang sedang dimasak oleh Volke di dalam sebuah panci.
Pihak konsulat Indonesia kesulitan untuk mencari tahu Mayang Prasetyo. Hal ini lantaran nama asli mayang adalah Febri, yang berjenis kelamin laki-laki. Febri sendiri menjadi transgender dan merubah namanya menjadi Mayang Prasetyo.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya