Mayang, transgender yang tewas dimasak tak terdaftar di KJRI
Merdeka.com - Mayang Prasetyo, diduga kuat Warga Negara Indonesia yang tewas di tangan suaminya warga Australia, ternyata belum terdaftar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney. Dari hasil otopsi, korban teridentifikasi sebagai transgender (waria) tapi belum diketahui dengan identitas apa dia bermukim di Negeri Kanguru.
Dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Senin (7/10), KJRI masih bekerja sama dengan Kepolisian Brisbane untuk mempertegas status kewarganegaraannya.
"Informasi diterima, keduanya bekerja sebagai koki di kapal pesiar. Mayang sebelumnya bermukim di Melbourne sebelum pindah ke Brisbane enam bulan lalu," tulis KJRI.
Kasus ini menghebohkan warga Australia karena pelaku, bernama Peter Volke (28 tahun), bertindak keji pada istrinya itu. Pria bekerja sebagai koki ini tak hanya membunuh Mayang. Dia pun diduga kuat polisi memutilasi lantas memasak bagian tubuh Mayang. Ini berdasarkan temuan panci yang berisi daging sedang dimasak di TKP.
Setelah menghabisi istrinya, Volke kabur dari rumah lantas bunuh diri dengan menggorok lehernya, 100 meter dari apartemen mereka yang jadi lokasi pembunuhan.
"KJRI terus berkoordinasi dengan Kepolisian Brisbane yang sedang melakukan investigasi atas kematian Mayang, namun hasilnya belum final," imbuh keterangan tertulis dari pemerintah.
Media Australia ramai menceritakan bahwa Mayang punya nama asli Febri Andriyansah. Bila menilik akun Facebook dengan nama Mayang Prasetyo, mendiang memang sempat bekerja sebagai penari kabaret khusus transgender. Laman Facebook mendiang juga ramai ucapan bela sungkawa, dari kawan-kawan Mayang di komunitas transgender.
Koran The Courier Mail menghubungi salah satu sahabat korban. Dia bercerita bahwa Mayang dan Volke menikah di Eropa setelah bertemu di sebuah kapal pesiar. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya