BNPB Ungkap Kebutuhan Alat Berat Mendesak untuk Percepat Penanganan Banjir Poso Pasca-Tanggul Roboh
BNPB menekankan urgensi dukungan alat berat guna mempercepat Penanganan Banjir Poso setelah tanggul sungai roboh, menyebabkan 25 KK terisolasi dan merusak infrastruktur vital. Simak selengkapnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa penanganan dampak banjir di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, membutuhkan dukungan logistik berupa alat berat. Kebutuhan ini mendesak pasca-robohnya tanggul sungai di wilayah tersebut. Pengerahan alat berat sangat krusial untuk percepatan pemulihan fisik di lapangan.
Bencana hidrometeorologi basah ini melanda wilayah hilir setelah kawasan hulu diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Hujan deras terjadi sejak Sabtu (30/5) sore sekitar pukul 17.00 WITA. Tingginya debit air memicu luapan Sungai Betalemba secara mendadak.
Luapan air tersebut kemudian menjebol struktur pembatas, berujung pada banjir bandang di kawasan pemukiman Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Dampak signifikan dirasakan oleh sektor domestik dan prasarana publik. Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi akibat rumah mereka terendam luapan air.
Dampak dan Pemicu Banjir Bandang di Poso
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (30/5) sore merupakan akibat langsung dari intensitas hujan tinggi di wilayah hulu. Curah hujan ekstrem ini menyebabkan peningkatan debit air Sungai Betalemba secara drastis. Fenomena hidrometeorologi basah ini menjadi pemicu utama bencana.
Luapan air sungai yang tidak tertampung kemudian menjebol tanggul pembatas yang ada. Runtuhnya tanggul ini mengakibatkan air bah menerjang pemukiman warga di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Situasi ini menciptakan kondisi darurat bagi masyarakat setempat.
Selain merendam 25 unit rumah warga, terjangan arus banjir juga dilaporkan merusak satu ruas jalan desa. Jalan ini merupakan jalur transportasi utama bagi masyarakat setempat. Kerusakan infrastruktur vital ini semakin memperparah kondisi pasca-banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana ini menyasar wilayah hilir. Keterangan ini memperjelas kronologi kejadian yang berawal dari hulu sungai. Penilaian cepat dampak bencana terus dilakukan oleh tim di lapangan.
Kebutuhan Mendesak dan Respons Cepat Penanganan Banjir Poso
BNPB menekankan bahwa penanganan pasca-bencana di Poso membutuhkan dukungan logistik yang krusial. Alat berat menjadi prioritas utama untuk mempercepat proses pemulihan fisik. Kebutuhan ini disampaikan langsung oleh Abdul Muhari di Jakarta.
Pengerahan alat berat sangat mendesak guna membersihkan sisa material banjir yang menumpuk. Selain itu, alat berat juga diperlukan untuk segera memulai rekonstruksi infrastruktur darurat. Pembangunan tanggul baru menjadi salah satu fokus utama dalam upaya pemulihan.
BPBD Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah bergerak cepat melakukan kaji cepat di lokasi kejadian. Kaji cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan. Data dari kaji cepat menjadi dasar pengambilan keputusan selanjutnya.
“Kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat berat untuk pembersihan material serta pembangunan tanggul baru,” kata Abdul Muhari. Pernyataan ini menegaskan fokus utama dalam upaya respons dan pemulihan. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci efektivitas penanganan.
Sumber: AntaraNews