BMKG Peringatkan Hujan Lebat Menjelang Akhir Tahun 2025, Waspadai Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengeluarkan peringatan hujan lebat menjelang akhir tahun 2025, masyarakat diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
Peringatan ini berlaku menjelang akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, di mana masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Hingga akhir November 2025, sebanyak 75,3 persen zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan. Dari total 698 ZOM, 526 di antaranya kini berada dalam fase penghujan. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di bagian selatan dan timur.
BMKG memproyeksikan Desember 2025 sebagai puncak musim hujan, dengan intensitas hujan yang diperkirakan meningkat tajam. Beberapa daerah berpeluang mencatat curah hujan bulanan melampaui 300 milimeter (mm), dan durasi musim hujan 2025/2026 diperkirakan lebih panjang dari biasanya.
Puncak dan Durasi Musim Hujan
Puncak musim hujan 2025/2026 diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember 2025 hingga Januari-Februari 2026. Secara umum, Desember 2025 hingga Januari-Februari 2026 diperkirakan menjadi puncak musim hujan untuk banyak wilayah di Indonesia. BMKG mencatat bahwa curah hujan akan meningkat tajam pada periode ini.
Beberapa faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem ini antara lain adalah dinamika atmosfer yang aktif. Prediksi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan ENSO Netral, namun ada kemungkinan La Niña lemah di akhir tahun 2025 yang dapat meningkatkan curah hujan. Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Negatif, yang juga berkontribusi pada peningkatan curah hujan.
Wilayah yang Diprediksi Diguyur Hujan Lebat
BMKG telah merinci wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga ekstrem. Pada periode 4-10 Desember 2025, beberapa daerah yang akan mengalami hujan intensitas lebat meliputi:
- Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku.
- Hujan intensitas sedang diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan beberapa wilayah lainnya.
Puncak musim hujan diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga sebagian Papua. Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diprediksi akan mengalami frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang yang tinggi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terlena dan tetap bijak dalam mengelola air guna mengantisipasi anomali cuaca. Masyarakat di daerah yang telah memasuki musim hujan diminta untuk memeriksa kondisi lingkungan agar mampu menampung serta mengalirkan air hujan dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan. Bagi masyarakat pesisir, perlu memperhatikan potensi angin kencang dan peningkatan tinggi gelombang, serta mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat.