BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob Jambi di Pesisir Timur Mulai 23 Maret 2026
Warga pesisir Timur Jambi diimbau waspada potensi Banjir Rob Jambi mulai 23-26 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru dan perigee, berpotensi genangi pemukiman.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pasang laut atau rob di wilayah pesisir Timur Jambi. Fenomena ini diperkirakan akan melanda dalam beberapa hari ke depan, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Imbauan khusus ditujukan kepada warga di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.
Potensi banjir rob Jambi ini diprediksi akan berlangsung selama empat hari, yakni mulai tanggal 23 hingga 26 Maret 2026. Peringatan ini disampaikan untuk mengantisipasi berbagai dampak negatif yang mungkin timbul akibat peningkatan muka air laut secara signifikan.
Menurut Forecaster On Duty BMKG Jambi, Benedy Fajar, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dua fenomena astronomis penting. Kedua fenomena tersebut adalah fase bulan baru dan fase perigee, yang secara bersamaan memengaruhi ketinggian pasang air laut.
Mekanisme Terjadinya Potensi Banjir Rob Jambi
Fenomena banjir rob Jambi yang diperingatkan oleh BMKG ini merupakan hasil dari interaksi kompleks antara gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Fase bulan baru terjadi ketika bulan berada tepat di antara bumi dan matahari, sehingga sisi bulan yang menghadap bumi tidak menerima cahaya matahari dan tidak terlihat. Pada posisi ini, gaya tarik gravitasi bulan dan matahari bekerja searah, secara signifikan memperkuat efek pasang surut.
Bersamaan dengan fase bulan baru, bulan juga akan berada dalam fase perigee, yaitu titik terdekatnya dengan bumi dalam orbit elipsnya. Kedekatan bulan dengan bumi ini semakin meningkatkan tarikan gravitasi yang diberikan bulan terhadap massa air di bumi, sehingga efek pasang surut menjadi lebih kuat.
Kombinasi unik dari fase bulan baru dan perigee secara sinergis menyebabkan peningkatan pasang air laut yang lebih maksimal dari biasanya. Kondisi ini berpotensi besar menyebabkan genangan air di area pemukiman yang berada di wilayah pesisir, mengganggu aktivitas sehari-hari dan infrastruktur. Oleh karena itu, warga pesisir Timur Jambi harus bersiap menghadapi kemungkinan tersebut dengan melakukan mitigasi yang diperlukan.
Kondisi Gelombang Laut dan Imbauan Keselamatan Maritim
Meskipun ada potensi banjir rob Jambi yang perlu diwaspadai, data pantauan BMKG menunjukkan adanya kabar baik terkait kondisi gelombang laut. Tinggi gelombang di perairan Timur Jambi selama seminggu ke depan diperkirakan relatif tenang. Ketinggian gelombang diprediksi berada dalam kategori tenang hingga rendah, berkisar antara 0,1 hingga 1,5 meter.
Kondisi gelombang yang tenang ini cukup kondusif untuk berbagai aktivitas pelayaran kecil dan para nelayan yang beroperasi di sekitar perairan tersebut. Namun, para pelaku aktivitas maritim tetap diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru dari BMKG sebelum melaut.
Benedy Fajar menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat pesisir, terutama yang tinggal di daerah rawan genangan akibat pasang air laut. Meskipun gelombang laut tidak tinggi, potensi banjir rob tetap memerlukan perhatian serius untuk menghindari kerugian harta benda dan potensi bahaya lainnya. Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mempersiapkan diri.
Sumber: AntaraNews