Besok, BPTJ Gelar Rapat Evaluasi Soal Sistem 2-1 Jalur Puncak
Bupati Bogor, Ade Yasin berharap uji coba tahap dua kanalisasi untuk ditunda. Dia beralasan, pada 3 November 2019 bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak.
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) belum bisa memastikan uji coba tahap sistem 2-1 (kanalisasi) di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor pada 3 November mendatang.
Kepolisian Resor Bogor telah mengusulkan kepada BPTJ untuk menunda uji coba kedua. Namun, BPTJ baru akan memutuskan usai menggelar rapat evaluasi pada Rabu (30/10).
"Nanti kita putuskan bersama (uji coba dilanjut atau tidak). Kita mau rapat evaluasi dulu ya. Nanti hari Rabu. Nanti diputuskan setelah rapat evaluasi," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat dihubungi, Selasa (29/10).
Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin berharap uji coba tahap dua kanalisasi untuk ditunda. Dia beralasan, pada 3 November 2019 bertepatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa Serentak.
"Ada beberapa titik pelebaran jalan juga yang belum selesai. Ada penyempitan jalan dan kita tanggal 3 ada pilkades. Kemungkinan Pak Kapolres memantau ke wilayah jadi tidak bisa ikut di uji coba kanalisasi. Makanya saya minta ke BPTJ untuk dimundurkan. Belum tahu nanti dirapatkan dulu dengan BPTJ," tutup Ade.
Baca juga:
Polres Bogor Minta BPTJ Tunda Uji Coba Sistem 2-1 Jalur Puncak Tahap Dua
Rencana Pembangunan Jalan Puncak II Kembali Mencuat, Butuh Rp1,2 Triliun
Penyebab Uji Coba Pertama Sistem 2-1 di Jalur Puncak Gagal
Hari Pertama Uji Coba 2-1 di Puncak Tak Ampuh Urai Kemacetan
Tata Kawasan Puncak, Bupati Bogor Pindahkan 516 PKL ke Gunung Mas
Uji Coba Sistem Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak