LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bernostalgia, Kapolri tinjau tahanan di Mapolrestabes Surabaya

Di Mapolrestabes Surabaya, Sutarman meninjau Gedung Anindita atau Gedung Reskrim, hasil karyanya selama menjabat disitu.

2014-10-06 16:08:03
Kapolri Sutarman
Advertisement

Delapan tahun meninggalkan Surabaya, Jawa Timur, Kapolri Jendral Sutarman bernostalgia dan melihat-lihat kondisi Maporestabes Surabaya, Senin siang (6/10).

Seperti diketahui, medio 2005/2006, saat masih berpangkat komisaris besar polisi (Kombes Pol), orang nomor satu di jajaran kepolisian itu, pernah menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya (sebelum lebur jadi Polrestabes).

Sebelum berkunjung ke Polrestabes Surabaya, Jendral Sutarman menyempatkan diri ke Mapolda Jawa Timur di Jalan A Yani, Surabaya. Kemudian langsung menuju Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan untuk bernostalgia di kesatuan yang pernah dipimpinnya itu.

Di Mapolrestabes Surabaya, perwira polisi bintang empat itu meninjau Gedung Anindita atau Gedung Reskrim, hasil karyanya semasa menjabat sebagai Kapolwiltabes Surabaya. Gedung Anindita, dibangun semasa kepemimpinannya dulu di tahun 2005/2006.

Didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta beserta jajaran, Sutarman melihat satu-persatu kondisi tahanan yang berada di lantai satu, kemudian naik ke lantai lima di Kantor Satreskoba dan terakhir turun ke lantai empat, Kantor Reskrim.

Menurut Sutarman, kondisi tahanan di Mapolrestabes Surabaya, layak dan cukup manusiawi. Artinya tidak melanggar HAM. Sebab, kendati tahanan kriminal, petugas tetap memperhatikan sisi kemanusiaannya.

"Untuk ruang tahanan sudah laik. Sudah cukup manusiawi dan sudah sesuai dengan HAM," katanya usai melakukan peninjauan.

Selain itu, untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti tahanan yang stres kemudian nekat bunuh diri di ruang tahanan, penjagaannya pun cukup ketat.

"Ruang tahanan juga tidak dihuni satu atau dua orang, tapi cukup banyak dan ruangannya cukup besar. Penjagaan juga memadai. Saluran ventilasi juga memadai, jadi sudah layak," tandas Sutarman.

Baca juga:
Kapolri sebut KPK & BNN muncul karena polisi tak dipercayai lagi
Kapolri: Daripada terorisme, polisi lebih fokus berantas narkoba
Kapolri: Polisi itu penolong, tapi setelah itu jangan minta duit
Kapolri sebut 4 warga Turkistan tak lancar bahasa Turki
Ini penjelasan Jenderal Sutarman soal informasi MH370
Kritik ide Emil, Kapolri sebut wisatawan ke Bandung bawa hikmah
Kisah Kapolri bikin bingung Jenderal Malaysia soal misteri MH370

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.