LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Berburu kambing 'dam' di pasar Kakiyah Makkah

Biasanya kambing dam didistribusikan ke negara-negara miskin di Afrika.

2016-09-13 20:41:25
Laporan Haji 2016
Advertisement

Jemaah haji Indonesia sebagian besar menjalankan haji tamattu, atau melakukan umrah terlebih dahulu baru melaksanakan ibadah haji. Konsekuensinya mereka harus membayar dam, atau denda yakni menyembelih satu ekor kambing, atau membayarkan uang ke bank seharga kambing yang disembelih.

Kambing untuk membayar dam sesuai syariat Islam harus disembelih di Tanah Suci. Sementara, dagingnya bisa diserahkan ke mana saja. Biasanya kambing dam didistribusikan ke negara-negara miskin di Afrika.

Sebagai petugas haji 2016 yang juga ikut berhaji, kami wartawan Indonesia yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenag juga menjalankan haji tamattu, yang artinya kami juga harus membayar dam. Untuk mendapatkan kambing pilihan, kami sengaja pergi langsung ke pasar kambing terbesar di Makkah, di daerah Kakiyah. Letaknya kurang lebih 30 kilometer dari kota Makkah.

Panas terik menyapa saat kami rombongan MCH tiba di pasar kambing Kakiyah, sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi, minggu lalu. Tiba di pasar yang luasnya mencapai satu hektar tersebut kami langsung disambut oleh pria-pria hitam kekar berseragam hijau, sambil membawa parang untuk menyembelih kambing.

"Silakan pilih, silakan pilih," teriak salah seorang pria tersebut sambil mengantarkan kita ke kandang-kandang kambing yang berisi puluhan, hingga ratusan kambing yang siap untuk disembelih.

Kami tak langsung mengiyakan. Untuk urusan harga, kami memang nyari yang lebih murah karena datang langsung ke pasar kambing, sekalian untuk liputan. Untuk membayar dam ini, sebenarnya kami bisa membayar langsung ke Bank Al Rajhi, yang ditunjuk oleh Arab Saudi untuk mengumpulkan uang dam jemaah haji. Membayar dam juga bisa lewat mukimin (penduduk Indonesia yang tinggal di Arab Saudi). Namun untuk alasan agar lebih sreg, kami langsung ke pasar, lantaran selain dapat harga yang lebih murah, kita juga bisa melihat kambing kita sendiri disembelih di sana.

Setelah mengunjungi beberapa kandang sapi, kami pun mendapatkan kambing pilihan, dengan harga yang menurut kami murah, 230 riyal atau sekitar Rp 800-an ribu. Teman-teman MCH lain sebelumnya datang ke pasar ini dan mendapatkan kambing seharga 250 riyal per ekor. Untuk urusan tawar menawar, kami menyerahkannya kepada driver kami Pak Rahmadi, pria asal Banjar, Kalimantan, yang sudah belasan tahun menjadi mukimin di Arab Saudi.

Setelah mendapatkan 5 kambing pilihan, kami diantarkan ke tempat penyembelihan yang letaknya masih satu kompleks dengan pasar Kakiyah. Di tempat penyembelihan, ada ratusan kambing yang sudah dipotong. Di pasar ini juga melayani pembelian kambing langsung potong, tidak untuk membayar dam saja, melainkan untuk keperluan lain, misalnya untuk konsumsi rumah tangga atau untuk restoran-restoran yang menjual kambing sebagai menu utamanya.

Nama-nama kami pun disebut, sebelum kambing disembelih. Dengan ucapan 'bismillahi Allahu Akbar' kambing kami pun disembelih dan siap dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebagai informasi, di pasar Kakiyah ini sudah banyak warga miskin yang antre untuk mendapatkan kambing hasil dari sembelihan jemaah haji yang membayar dam.

Hati-hati penipuan

Soal membayar dam ini, jemaah haji Indonesia biasanya mempercayakan kepada mukimin, untuk membelikan kambing dengan harga tertentu, sekalian disembelihkan, termasuk mendistribusikan daging kambing dam kepada para fakir miskin yang membutuhkan. Tidak ada bukti tertulis untuk amanah ini, cuma berbekal kepercayaan saja. Sehingga tidak ada jaminan bahwa uang yang kita bayarkan itu benar-benar dibelikan kambing, atau dagingnya apakah benar-benar diserahkan kepada yang benar-benar membutuhkan.

Terkait dengan hal ini, memang belum ada aturan khusus terkait pembayaran dam apakah harus disalurkan kepada bank atau ditangani oleh pihak-pihak tertentu.

"Sebab sulit karena ini menyangkut kepercayaan masing-masing jemaah haji," kata Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi kepada wartawan belum lama ini di Makkah.

Dumyathi mengungkapkan, saat ini sedang dijajaki kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB) terkait dengan pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia yang tahun ini berjumlah 168.800 orang. Kapan kerjasama itu direalisasikan, Dumyathi belum bisa memastikan. Namun selama ini Dumyathi memang meyakini penyaluran dam sangat rawan akan praktik-praktik penipuan.

Dia berharap, jika proses pembayaran dam jika dilakukans ecara kolektif akan dapat mengurangi praktik penipuan, hingga jemaah haji kita akan tenang.

"Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan," ujarnya singkat.

Baca juga:
6 Jemaah haji RI wafat di Arafah dan 4 di Mina, total 107 orang
Menag bersyukur pelaksanaan lempar jumrah hari pertama lancar
Usai jumrah aqabah, jemaah pilih ke pemondokan karena lebih nyaman
Kepadatan jemaah haji Indonesia jalani lempar jumrah
100 Jemaah haji WNI wafat di Saudi, ini nama-namanya
Hamparan jutaan manusia tengah malam di Muzdalifah
Intip ritual lempar jumrah, simbol perlawanan terhadap setan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.