Bengawan Solo Meluap, Ribuan Warga Sukoharjo dan Surakarta Mengungsi
Selain menyebabkan ribuan warga mengungsi, banjir juga merendam 258 rumah di Sukoharjo. Sebanyak 28 fasilitas pendidikan turut terdampak genangan air.
Ribuan warga di Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta terpaksa mengungsi akibat banjir yang dipicu meluapnya Sungai Bengawan Solo dan sejumlah anak sungainya. Luapan air terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (14/4) sore hingga malam hari sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mencatat sebanyak 19 desa di lima kecamatan di Kabupaten Sukoharjo terdampak banjir. Kelima kecamatan tersebut meliputi Baki, Grogol, Kartasura, Gatak, dan Mojolaban.
"Jumlah pengungsinya ada sekitar 1.900-an orang," kata Bergas di Semarang, Rabu (15/4).
Selain menyebabkan ribuan warga mengungsi, banjir juga merendam 258 rumah di Sukoharjo. Sebanyak 28 fasilitas pendidikan turut terdampak genangan air.
Surakarta: 12 Kelurahan Terendam
Sementara itu, di Kota Surakarta, banjir merendam 12 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres.
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
"Warga terdampak 988 KK dan jumlah pengungsi 109 jiwa," ungkapnya.
Warga Mengungsi di Masjid dan Balai Warga
Terkait lokasi pengungsian, BPBD mengaku masih menunggu data resmi dari tim di lapangan. Namun, berdasarkan laporan awal, sejumlah warga mengungsi di fasilitas umum seperti masjid dan balai warga.
"Tapi kemarin awal itu ada beberapa tempat mengungsi seperti masjid dan balai warga," ujarnya.
Saat ini BPBD Jawa Tengah tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) di Solo. Koordinasi juga dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat penyurutan genangan di wilayah terdampak.
Namun, upaya pemompaan air belum dapat dilakukan secara maksimal karena tinggi muka air Sungai Bengawan Solo masih berada pada level waspada.
"Tapi sementara memang pompa ini belum bisa digenjot karena melihat tingginya Sungai Bengawan Solo. Karena posisi (ketinggian) Bengawan Solo sudah di batas kuning," jelasnya.
Bantuan Logistik Mulai Disalurkan
Pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Dinas Sosial telah menyiapkan pengiriman bantuan logistik, sementara BPBD turut membantu penyaluran kebutuhan darurat.
Selain itu, dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
"Kami, BPBD, juga membantu logistik darurat. Dapur umum Dinsos juga sudah didirikan," pungkasnya.