Belajar dari Tsunami Aceh, Wapres JK Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana
Untuk mendapatkan pelatihan mitigasi, dia mengungkapkan, pemerintah bisa bekerja sama dengan negara lain. Sehingga tidak pengalaman bencana di negara lain dapat menjadi atensi bagi masyarakat di Indonesia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya masyarakat mendapatkan pelatihan mitigasi bencana. Sebab bencana bisa terjadi kapan saja dan tidak dapat diprediksi.
Untuk mendapatkan pelatihan mitigasi, dia mengungkapkan, pemerintah bisa bekerja sama dengan negara lain. Sehingga tidak pengalaman bencana di negara lain dapat menjadi atensi bagi masyarakat di Indonesia.
"Ada beberapa hal yang patut kita kerjasamakan. Pengalaman bagaimana membantu mitigasi kepada masyarakat," kata JK saat membuka dialog Asian-Pasific lokalisasi bantuan bencana di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).
Politikus Golkar itu mencontohkan masyarakat Pulau Simueleu, Aceh. Saat gempa, mereka akan langsung berlari dan mencari tempat aman. Sementara masyarakat di kota, ketika ada gempa, mereka malah pergi ke laut untuk mencari ikan.
"Di kota Aceh, korban begitu banyak karena tertarik, pada saat air turun penduduk pergi ke pantai untuk menangkap ikan. Lalu air naik. Maka korban yang terbanyak adalah. Di Indonesia tidak perlu lagi diajarkan, jika ada gempa semua lari," ungkapnya.
Sebab itu tidak hanya bekerja sama dengan internasional dalam membantu saat bencana terjadi. Tetapi menanggulangi bencana dan pelatihan pun, kata JK, perlu saling bekerja sama dan memberikan pandangan serta pengalaman.
Kemudian, JK juga berterima kasih kepada dukungan pihak internasional lantaran telah bekerja sama untuk menanggulangi dan mengatasi bencana di Indonesia. Salah satunya saat bencana tsunami di Aceh pada 2004.
"Bagaimana mengajarkan persiapan persiapan menghadapi bencana. belajar dari indonesia, pada saat tsunami yang sangat besar itu, pertama kita berterima kasih karena dukungan internasional," tutupnya.
Baca juga:
Ketua MPR Tegaskan Presiden Tetap Dipilih Rakyat Meski UUD 1945 Diamandemen
Tanggapan Para Tokoh soal Ceramah Ustaz Abdul Somad
Wapres JK Targetkan Universitas Islam Internasional Indonesia Selesai 2020
Draf RUU Pertanahan Target Masuk Pembahasan DPR Akhir September
Wapres JK: Kalau Dakwah Jangan Melebar
Wapres JK Tinjau Renovasi Masjid Istiqlal yang Dianggarkan Rp465 Miliar
Tinjau Pembangunan Universitas Islam Internasional, JK Dengarkan Keluhan Kontraktor