Begini Cara Polisi Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, pendataan melibatkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Lima jenazah korban runtuhnya Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kini berada di RS Bhayangkara Surabaya.
Proses identifikasi tengah dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari data biometrik, uji DNA, hingga mencocokkan barang pribadi dan pakaian yang dikenakan korban.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, pendataan melibatkan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
“Kita lakukan pencocokan sidik jari, retina mata, tes DNA, sampai properti dan pakaian korban. Semua sedang diidentifikasi,” ujar Nanang, Jumat (3/10).
Nanang menekankan, identifikasi korban menjadi langkah penting agar pihak keluarga segera memperoleh kepastian mengenai kerabat mereka yang masih ditunggu. Seluruh proses, lanjut Nanang, dilakukan secara transparan dengan posko pendataan yang juga terbuka bagi media.
Seperti diketahui, musala di kompleks Ponpes Al Khoziny roboh pada Senin (29/9) pukul 15.35 WIB, saat ratusan santri tengah melaksanakan Salat Asar berjemaah. Bangunan yang ambruk mendadak itu menyebabkan banyak santri terjebak di bawah reruntuhan.
Hingga kini, Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi korban lain yang kemungkinan masih terperangkap. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material.