LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Beda reaksi Jokowi dan SBY saat tahu telah disadap negara asing

Presiden Jokowi disebut telah menjadi target penyadapan oleh intelijen Selandia Baru.

2015-03-10 07:40:00
Jokowi Disadap
Advertisement

Indonesia kembali menjadi korban penyadapan yang dilakukan oleh intelijen Australia. Bahkan, Selandia Baru juga ketahuan menyadap jaringan telepon dan internet di seluruh Tanah Air. Hal itu terungkap dari data Edward Snowden, mantan kontraktor di Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA).

Dalam sebuah wawancara radio, disebutkan bahwa Selandia Baru aktif mengumpulkan data dari negara-negara tetangganya, baik itu Indonesia maupun negara kecil di Kepulauan Pasifik sepanjang 2009. Penyadapan di era pemerintahan Jokowi-JK ini dengan membobol PT Telkomsel dan PT Indosat.

Presiden Joko Widodo pun dilaporkan terkait penyadapan yang dilakukan dua negara persemakmuran Inggris itu. Namun, respons yang diberikan sangat berbeda dengan Mantan Presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono.

Jokowi sangat santai menanggapi kabar penyadapan tersebut. Jokowi malah sempat melemparkan guyonan sadapan tersebut.

"Sadap? Siapa yang sadap? enggak ada, saya juga enggak merasa disadap kalau pas ke Kebun Karet atau pas ke kantin banyak sadap (bumbu sedap) di sana, sadap menyadap di sana," ujar Jokowi, sebelum bertolak ke Aceh di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (8/3).

Menteri Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhi Purdijatno juga mengatakan Presiden Jokowi justru tertawa ketika mendapat kabar ada penyadapan terhadap dirinya yang dilakukan oleh negara tetangga Australia. Saat berbincang dengan Tedjo beberapa waktu lalu Jokowi mengatakan tidak perlu cemas karena dia tidak bicara apa-apa lewat telepon.

"Katanya Pak Presiden, biarin aja saya enggak ngapa-ngapain kok, paling juga enggak dapat apa-apa," katanya pada wartawan di Fakultas Hukum UGM, Senin (9/3).

Padahal, respons berbeda disampaikan Presiden SBY waktu mengetahui disadap Australia sangat marah. SBY bahkan menarik Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema untuk kembali.

"Sudah diinstruksikan untuk kembali dalam rentang waktu satu bulan ini," ungkap Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah kepada wartawan, Senin (12/5).

SBY juga menugasi Menlu Marty Natalegawa bertemu pihak Australia untuk mendiskusikan penyadapan ini dan dampaknya pada hubungan bilateral. Hasil pertemuan itu, kemudian SBY rumuskan dalam kode protokol dan etik kedua belah negara.

"Saya akan menugasi Menlu atau utusan khusus untuk mendiskusikan secara mendalam, serius termasuk isu-isu yang sensitif termasuk hubungan bilateral Indonesia-Australia pasca penyadapan. Bagi saya ini pra syarat dan stepping stone dan rumusan protokol kerjasama bilateral yang saya usulkan dan sudah disetujui oleh PM Australia," ujar SBY.

Baca juga:
Eks Jamwas Marwan Effendy tutup usia
Ribut Ahok dan DPRD soal dana siluman dinilai kontraproduktif
Dana parpol Rp 1 T, Demokrat dan Hanura dukung, PPP minta diatur UU
Lebih tabah, terpidana mati Raheem minta dibawakan apel dan jeruk
NasDem tolak dana parpol Rp 1 T, Gerindra dan PAN masih mengkaji
Soal matematika paling susah waktu SD, kamu bisa jawab?

Jangan lewatkan:
Ribut saat joget dangdut, Yudi tewas dengan luka tusuk di leher
Heboh iklan beli rumah bisa langsung menikah dengan pemiliknya
Parah, air mineral palsu diisi dari got dan sungai
Pemuda ini nikahi putri Aa Gym dengan mas kawin hafalan Quran 30 Juz
Review: Welbeck tendang Man United dari Piala FA
Lihat istri cantik Irfan Bachdim yang kece badai

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.