Eks Jamwas Marwan Effendy tutup usia
Merdeka.com - Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Marwan Effendy, dikabarkan tutup usia pada Senin (9/3) malam. Menurut informasi diperoleh dari Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Tribagus Spontana, eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus itu mendapat serangan jantung.
Menurut Tony, Marwan wafat saat berada di Malaysia pada usia 61 tahun. Dia belum memberikan informasi lanjutan kapan jasad Marwan bakal dipulangkan ke tanah air.
"Pak Marwan Effendy, mantan Jampidsus, wafat di Prince Court Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. Diduga serangan jantung. Dinyatakan meninggal hari Senin, 9 Maret 2015, pukul 23.35 waktu setempat (22.35 WIB)," tulis Tony melalui pesan singkat, Selasa (10/3).
Marwan Effendy lahir di Lubuk Linggau, Sumatra Selatan pada Kamis 13 Agustus 1953. Dia memulai pendidikan tingginya pada jurusan Hukum Pidana di Universitas Diponegoro, Semarang, lantas melanjutkan ke jenjang S2 pada jurusan Manajemen di Universitas Bandar Lampung. Gelar Doktor Ilmu Hukum (S3) dia raih selepas menyelesaikan studi di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Marwan meniti karier di Kejaksaan Republik Indonesia sejak 1980. Dia pernah mencicipi beberapa posisi di Kejaksaan. Antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Liwa (1996), Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung (1999), Kepala Kejaksaan Negeri Bandung (2000), Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (2002), Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (2002), Asisten Umum Jaksa Agung RI (2004), Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Direktur Penuntutan Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kepala Pusat pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung.
Saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Marwan sempat mendaftar dan mengikuti pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tetapi saat dilakukan uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat, Marwan dicecar pertanyaan mengenai keaslian disertasinya sewaktu menempuh pendidikan doktor di Universitas Padjadjaran. Sebab beredar kabar disertasi Marwan merupakan plagiat dari disertasi Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta saat itu, Brigadir Jenderal Untung S Rajab. Dia juga dikabarkan kerap menerima setoran dari bawahannya saat menjabat Jamwas.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya