BBMKG Peringatkan Potensi Rob di Bali Awal Februari 2026, Warga Diminta Waspada
BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi rob atau banjir pesisir di Bali pada 1-4 Februari 2026. Warga diimbau untuk waspada dan siaga menghadapi potensi rob ini.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah menerbitkan peringatan dini mengenai potensi rob atau banjir pesisir yang diprakirakan melanda wilayah Bali. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi mulai tanggal 1 hingga 4 Februari 2026. Masyarakat di seluruh wilayah pesisir Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.
Peringatan dini potensi rob di Bali ini disampaikan langsung oleh Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, di Denpasar. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu waspada dan siaga menghadapi potensi peningkatan ketinggian air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas di area pesisir dan sekitarnya.
Penyebab utama dari potensi rob ini adalah fenomena fase bulan purnama yang akan terjadi pada 2 Februari 2026. Fase bulan purnama ini secara signifikan dapat memengaruhi pasang surut air laut, menyebabkan peningkatan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir Bali. Oleh karena itu, persiapan dini sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
Peringatan Dini Potensi Rob di Bali dan Penyebabnya
BBMKG Wilayah III Denpasar secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi rob atau banjir pesisir yang akan melanda Bali. Fenomena ini diprakirakan berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 1 hingga 4 Februari 2026. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi masyarakat dan pihak terkait agar dapat melakukan persiapan yang diperlukan.
Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa potensi rob di Bali ini disebabkan oleh fenomena fase bulan purnama. Fase bulan purnama, yang akan mencapai puncaknya pada 2 Februari 2026, memiliki pengaruh gravitasi yang kuat terhadap bumi, sehingga memicu peningkatan signifikan pada ketinggian air laut. Kondisi ini dikenal sebagai pasang maksimum yang dapat menyebabkan air laut meluap ke daratan.
Peningkatan ketinggian air laut maksimum akibat bulan purnama ini berpotensi menyebabkan genangan di area pesisir. Meskipun demikian, BBMKG Denpasar belum merinci perkiraan ketinggian air laut maksimum yang spesifik untuk setiap wilayah. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap informasi terbaru.
Wilayah Pesisir Terdampak Potensi Rob
Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, potensi rob di Bali ini diperkirakan akan memengaruhi tujuh wilayah pesisir. Empat di antaranya berada di pesisir selatan, yaitu Kabupaten Tabanan, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, dan Kabupaten Jembrana. Wilayah-wilayah ini memiliki garis pantai yang panjang dan sering kali rentan terhadap perubahan pasang surut air laut.
Selain keempat wilayah tersebut, tiga wilayah pesisir lainnya yang juga berpotensi terdampak adalah pesisir Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar. Ketujuh wilayah ini merupakan area yang memiliki banyak aktivitas masyarakat, mulai dari permukiman hingga kegiatan ekonomi maritim. Kewaspadaan di area ini menjadi sangat penting untuk menghindari kerugian.
Meskipun BBMKG Denpasar telah mengidentifikasi wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, detail mengenai perkiraan ketinggian air laut maksimum belum disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi rob dapat bervariasi intensitasnya di setiap lokasi. Oleh karena itu, pemantauan informasi secara berkala sangat dianjurkan bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di area pesisir.
Dampak dan Imbauan Kewaspadaan Potensi Rob
Potensi rob di Bali ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Beberapa aktivitas yang berpotensi terdampak meliputi bongkar muat di pelabuhan, yang bisa terhambat akibat genangan air. Selain itu, permukiman pesisir juga berisiko mengalami banjir, mengganggu kehidupan sehari-hari warga.
Aktivitas ekonomi seperti tambak garam dan perikanan darat juga tidak luput dari ancaman potensi rob ini. Kenaikan permukaan air laut dapat merusak infrastruktur tambak dan memengaruhi hasil perikanan. Oleh karena itu, para pelaku usaha di sektor ini diharapkan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan kerugian.
Penting untuk diingat bahwa potensi banjir pesisir ini dapat memiliki waktu dan jam yang berbeda di setiap wilayah. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca maritim. Informasi terkini dapat diakses melalui laman resmi bbmkg3.bmkg.go.id atau maritim.bmkg.go.id. Selain itu, pembaruan informasi juga tersedia di media sosial Instagram @bmkgbali dan melalui aplikasi Info BMKG. Dengan memantau informasi secara aktif, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi rob di Bali ini.
Sumber: AntaraNews