Baznas Agam Dirikan Dapur Umum, Ratusan Warga Terdampak Banjir Maninjau Terima Bantuan Makanan
Baznas Agam mendirikan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan makan bagi ratusan warga yang terdampak banjir Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membantu meringankan beban pengungsi.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan dapur umum. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan kebutuhan makan bagi sekitar 500 warga yang terdampak langsung oleh banjir bandang susulan. Bencana alam tersebut melanda wilayah Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
Dapur umum ini mulai beroperasi sejak Jumat (26/12) pagi, sehari setelah banjir bandang susulan terjadi pada Kamis (24/12) siang. Ketua Baznas Agam, Isman Imran, menyatakan bahwa setiap kali masak, dapur umum ini mampu melayani hingga 500 orang. Upaya ini merupakan respons cepat terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat setempat.
Banjir bandang susulan ini diakibatkan oleh meluapnya Sungai Batang Aia Pisang yang terjadi pada Kamis (24/12) siang. Sebanyak 87 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa warga Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, menjadi korban langsung dari bencana ini. Mereka kini mengungsi di berbagai lokasi aman seperti Balerong Camat Tanjung Raya, masjid, sekolah, dan rumah kerabat.
Upaya Baznas Agam Tangani Dampak Banjir Maninjau
Baznas Agam sigap mendirikan dapur umum sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir Maninjau. Isman Imran menjelaskan bahwa dapur umum ini didirikan segera setelah banjir bandang susulan melanda daerah tersebut. “Kita mendirikan dapur umum setelah banjir bandang susulan melanda daerah itu, Kamis (24/12) siang. Kita bekerja dengan masyarakat untuk memasak,” katanya.
Pendirian dapur umum ini sangat vital mengingat jumlah warga terdampak yang mencapai 500 jiwa. Dapur umum akan terus beroperasi hingga seluruh warga dapat kembali ke rumah masing-masing, setelah kondisi cuaca membaik. Ini menunjukkan komitmen Baznas dalam memberikan bantuan berkelanjutan selama masa pemulihan.
Keberadaan dapur umum ini memastikan kebutuhan pangan dasar para pengungsi terpenuhi. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus meninggalkan rumah mereka. Fokus utama adalah memastikan tidak ada warga yang kelaparan di tengah situasi sulit ini.
Kebutuhan Mendesak Pengungsi dan Koordinasi Bantuan
Meskipun kebutuhan pangan telah diatasi melalui dapur umum, para pengungsi di Maninjau masih memerlukan bantuan lain yang mendesak. Isman Imran menyoroti pentingnya selimut, kain sarung, dan pasokan air bersih bagi mereka yang berada di pengungsian. Kebutuhan ini sangat krusial untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan pengungsi.
Informasi mengenai kebutuhan mendesak ini telah disampaikan kepada Dinas Sosial Agam maupun ke Posko Utama Pemerintah Kabupaten Agam. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci untuk memastikan bantuan yang tepat sasaran dapat segera disalurkan. “Butuh dukungan semua pihak agar kebutuhan pengungsi bisa terpenuhi selama di pengungsian,” katanya.
Situasi di pengungsian memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Memastikan ketersediaan fasilitas dasar dan barang-barang esensial adalah prioritas utama. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana ini.
Jejak Bantuan Baznas di Berbagai Wilayah Terdampak
Sebelumnya, Baznas Agam juga memiliki rekam jejak dalam mendirikan dapur umum di beberapa lokasi lain yang terdampak bencana. Dapur umum pernah beroperasi di Salareh Aia Timur, Kayu Pasak, Anak Aia Kasiang, dan Bayua. Lokasi-lokasi tersebut juga menghadapi dampak banjir bandang, longsor, dan banjir.
Kerja sama dengan Baznas RI menjadi pilar utama dalam pelaksanaan program dapur umum ini. Sinergi antara Baznas daerah dan nasional memperkuat kapasitas respons bencana. Meskipun dapur umum di lokasi-lokasi sebelumnya sudah ditutup, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam penanganan bencana di Maninjau.
Komitmen Baznas dalam membantu masyarakat terdampak bencana menunjukkan peran penting lembaga ini. Mereka terus berupaya memberikan bantuan kemanusiaan yang relevan. Kehadiran Baznas memberikan harapan bagi warga yang menghadapi kesulitan akibat bencana alam.
Sumber: AntaraNews