Bayi 1 Tahun Selamat usai Terlempar saat Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi
Kecelakaan tunggal speedboat di Sungai Musi tadi pagi menyisakan cerita kelam bagi penumpang selamat. Musibah itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan beberapa lainnya terluka parah.
Kecelakaan tunggal speedboat di Sungai Musi tadi pagi menyisakan cerita kelam bagi penumpang selamat. Musibah itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan beberapa lainnya terluka parah.
Salah seorang penumpang selamat, Setio Wahono (38) menuturkan, saat kejadian sedang tidur di bangku depan sebelah kiri. Begitu kapal menabrak pohon, ia spontan terbangun.
Sebagian besar badan kapal cepat itu hancur. Sekelilingnya nampak banyak penumpang berlumuran darah. Bahkan ada yang tidak sadarkan diri dan dia menyakini mereka sudah meninggal dunia.
Setio mengalami luka sobek di pelipis kiri, hidung dan bibir. Namun dia tidak merasakan luka itu lantaran panik. Merasa masih kuat, Setio berusaha menyelamatkan penumpang yang hampir tenggelam.
"Waktu cari-cari penumpang itu, saya lihat ada bayi tergeletak di samping pohon, agak jauh dari kapal. Kemungkinan dia terlempar dari pangkuan ibunya ketika kapal menabrak," ungkap Setio, Senin (18/3).
Bayi itu bernama Aqilah yang berusia satu tahun. Beruntung, bayi malang tersebut tidak mengalami luka dan nyawanya dapat diselamatkan.
"Habis selamatkan bayi itu, saya bertemu dengan ibunya, Risa (15) di samping kapal, banyak luka, masih selamat," kata dia.
Setio memprediksikan kecepatan kapal 70 kilometer perjam. Kecepatan itu dianggap biasa karena kapal yang ditumpanginya tergolong kapal cepat dengan mesin 200 PK.
"Alhamdulillah warga dan polisi cepat datang, kami bisa dilarikan dari sana," kata dia.
Sementara Marbeto (48) korban selamat lainnya mengaku berencana mencairkan dana BOS di Palembang. Dia merupakan Kepala SDN 13 Banyuasin 2 bersama korban tewas Ginanjar, Kepala SDN 22 Banyuasin 2.
"Tiap mencairkan dana BOS kami selalu berdua, ternyata hari ini terakhir kalinya pergi bersama," terangnya.
Marbeto saat ini masih dirawat di RS Gani Palembang karena mengalami patah kaki kanan. "Baru kali ini mengalami kecelakaan, kalau mau ke Palembang memang naik speedboat," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, speedboat 200 PK 'Awet Muda' menabrak pohon di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di Desa Apung Jaya, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin, Sumsel, Senin (18/3) pagi. Kecelakaan itu mengakibatkan tujuh orang tewas termasuk pengemudi dan kernetnya. Dugaan sementara, tabrakan karena pengemudi mengantuk sehingga membuat kapal tiba-tiba berbelok ke kanan dan menghantam pohon.
Baca juga:
Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi Diduga Akibat Pengemudi Mengantuk
Korban Tewas Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi jadi 6 Orang, Ini Identitasnya
Speedboat Tabrak Pohon di Pinggir Sungai Musi, 4 Tewas dan 3 Hilang
Perahu cepat bawa 45 penumpang tenggelam di perairan Pulau Buru, 1 orang tewas
Polisi tetapkan 2 tersangka insiden speedboat tabrakan di Nunukan
Sempat tak dikenali, 2 korban tabrakan speedboat di Nunukan teridentifikasi