Sempat tak dikenali, 2 korban tabrakan speedboat di Nunukan teridentifikasi
Merdeka.com - Setelah sempat wajahnya tidak bisa dikenali, dua jasad korban tabrakan dua speedboat di perbatasan perairan Nunukan dan Malaysia akhirnya teridentifikasi. Kedua korban telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
Proses identifikasi dilakukan dengan mendatangkan keluarga korban, yang sebelumnya melapor kehilangan ke posko SAR di Sebatik, Nunukan.
Untuk jenazah anak laki-laki adalah SYM usia 6 tahun, tinggal di Nunukan Selatan, Nunukan. Sedangkan jenazah wanita dewasa, adalah Merry Imaculatta Soline Kelen, usia 23 tahun warga Kampung Timor, Nunukan.
"Jadi hingga operasi SAR hari kelima kemarin, total keseluruhan korban meninggal dunia 8 orang, 14 selamat dan dua orang lagi masih dilakukan pencarian," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Rabu (4/7).
Operasi pencarian hari ini, tim SAR gabungan baik Basarnas, TNI AL dan Polri, melakukan penyisiran di perairan. Bahkan, Selasa (3/7) sore kemarin, tim SAR melakukan penyelaman.
"Target kapal korban, dan kemungkinan korban terjepit di bawah. Karena speedboat berada di dasar perairan," demikian Octavianto.
Diketahui, insiden dua speedboat bertabrakan dilaporkan terjadi di wilayah Sungai Nyamuk, Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (29/6) malam sekitar pukul 19.00 WITA. Speedboat dikabarkan sebagian besar membawa tenaga kerja indonesia (TKI), berlayar dari Tawau, Malaysia, menuju Sebatik di Nunukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Gusti Anwar Mulyadi memimpin pencarian. Koordinasi Konjen RI di Tawau menyebutkan bahwa unsur SAR Malaysia, juga ikut membantu pencarian di sisi perairan Malaysia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya