Batam jalur favorit sindikat internasional selundupkan narkoba
Bea Cukai mengklaim setelah dilakukan penambahan petugas dan anjing pelacak, tangkapan narkoba meningkat.
Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan Batam menjadi titik rawan masuknya narkotika sindikat Internasional ke Indonesia. Data yang dihimpun, sejak Januari hingga pertengahan Juni 2016, sudah 46 kasus narkoba yang terungkap.
"Kalau dilihat dari frekuensi tangkapannya, itu di Batam. Sebanyak 46 kasus terungkap dalam waktu lima setengah bulan," kata Heru di Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (23/6).
Sementara itu, kata dia, jika dilihat dari jumlah barang haram yang diselundupkan ke Indonesia, jalur perairan besar tetap yang paling banyak. Namun, jika dilihat barang bukti yang diamankan, jalur pelabuhan Tanjung Priok dan Semarang jumlahnya lebih besar.
Bea Cukai akan terus mengawasi dan memperketat masuknya barang kiriman dari luar negeri mengantisipasi disisipkannya narkoba. Dia mengklaim, setelah dilakukan penambahan petugas dan anjing pelacak, tangkap narkoba meningkat dari tahun sebelumnya.
"So far, kita melakukan peningkatan pengawasan. Kita berhasil meningkatkan jumlah penangkapan dibanding tahun lalu. Selain itu terjadi juga karena jumlah barang yang masuk juga semakin banyak," pungkasnya.
Baca juga:
Peredaran narkoba dalam negeri dikuasai jaringan Indonesia-China
Dirjen Bea Cukai: Indonesia masih darurat narkoba
Keluarga diminta paling pertama perangi kejahatan seksual & narkoba
Gerebek gudang di Jakut, BNN temukan sabu dalam peti seberat 800 Kg
Empat penerima kiriman 270 kg sabu dijatuhi hukuman mati
Buruh penjual sabu di Banjarmasin ditangkap saat menunggu pembeli
Nekat mencuri dan jual narkoba demi Lebaran