Peredaran narkoba dalam negeri dikuasai jaringan Indonesia-China

Maraknya kasus narkoba yang diungkap membuktikan tingginya permintaan konsumen di Indonesia.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Peredaran narkoba dalam negeri dikuasai jaringan Indonesia-China
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah gudang di Ancol dan menemukan peti berisikan 33 sabu. Diduga sabu tersebut itu dikendalikan jaringan Freddy Budiman.Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengaku prihatin banyaknya terpidana kasus narkoba yang masih bisa mengendalikan bisnis barang haram tersebut di Indonesia maupun jaringan internasional, dari dalam jeruji besi.Dari datang yang dimilikinya, saat ini peredaran sabu di bawah kendali jaringan Indonesia-China. Terlibatnya negara asing dalam peredaran narkoba di Tanah Air pernah terjadi di tahun 2014, jaringan Iran dan Afrika Barat lah yang menjadi otaknya."Nah sekarang ini, sepertinya mereka ini kalah aktif dengan jaringan Indonesia-China. Beberapa kebanyakan yang kita ekspose itu dari China," kata Arman di Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta Timur, Kamis (23/6).Arman menuturkan, banyak kasus peredaran narkoba yang terungkap akhir-akhir ini menunjukkan permintaan di Indonesia cukup tinggi. Kondisi itu dijadikan peluang oleh para pengedar untuk meningkatkan bisnis haramnya."Mungkin melihat kita sangat efektif dalam bisnis ini dan banyak yang sudah diungkap dari sumbernya. Maka secara ekonomis mereka berpikir untuk membuat pabriknya di sini," tuturnya.

Rekomendasi