Basarnas Serahkan 8 Jasad Korban Kecelakaan Helikopter BK117 D3, Ini Fakta Penemuan Bangkainya
Basarnas telah menyerahkan delapan jasad korban kecelakaan helikopter BK117 D3 di Kalsel ke Polda Kalsel untuk identifikasi lebih lanjut. Bagaimana proses evakuasi dan penemuan bangkai helikopter tersebut?
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah resmi menyerahkan delapan jasad korban insiden kecelakaan helikopter BK117 D3. Penyerahan ini dilakukan kepada Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Helikopter nahas milik Eastindo Air ini jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, memimpin langsung penyerahan jasad korban tersebut. Proses serah terima dilakukan kepada Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko, di RS Bhayangkara Banjarmasin pada Jumat dini hari. Penyerahan ini merupakan langkah krusial dalam penanganan pasca-kecelakaan.
Yudhi Bramantyo menyatakan, "Kami serahkan kepada Polda Kalsel untuk diidentifikasi lebih lanjut identitas delapan jasad." Pernyataan ini menegaskan komitmen Basarnas dalam memastikan identitas korban dapat diketahui secara akurat. Seluruh keluarga korban telah dihubungi dan kini berada di Banjarmasin menantikan proses identifikasi.
Proses Penyerahan dan Identifikasi Korban
Rombongan Basarnas yang dipimpin oleh Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo memulai perjalanan dari Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka menggunakan enam unit ambulans pada Rabu (4/9) sekitar pukul 22.30 WITA. Perjalanan darat yang menempuh waktu cukup panjang ini akhirnya tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin pada pukul 02.45 WITA.
Setibanya di rumah sakit, proses serah terima jasad korban kecelakaan helikopter langsung dilaksanakan. Koordinasi antara Basarnas dan Polda Kalsel sangat penting untuk memastikan setiap prosedur diikuti dengan cermat. Hal ini demi kelancaran proses identifikasi dan penanganan selanjutnya terhadap para korban.
Basarnas telah berkoordinasi dengan keluarga korban sejak awal penemuan. Semua keluarga korban telah dihubungi dan sebagian besar sudah tiba di Banjarmasin untuk mendampingi proses identifikasi. "Mari kita berdoa supaya semua lancar," tutur Yudhi, menunjukkan empati terhadap situasi sulit yang dihadapi keluarga.
Sebagai bagian dari transparansi dan informasi publik, Basarnas dan RS Bhayangkara Banjarmasin akan menggelar konferensi pers. Acara ini dijadwalkan pada Jumat sekitar pukul 09.00 WITA untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penanganan delapan jasad korban kecelakaan helikopter ini.
Kronologi Penemuan Bangkai dan Evakuasi
Tim SAR gabungan berhasil menemukan bangkai helikopter BK117 D3 di kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalsel. Penemuan ini terjadi pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA. Lokasi tepatnya berada di titik koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, yang berjarak sekitar 700 meter dari titik koordinat awal yang diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Helikopter tersebut sebelumnya dinyatakan hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA. Proses pencarian intensif kemudian dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur. Upaya pencarian ini difokuskan pada area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter, berdasarkan informasi terakhir yang diterima.
Setelah bangkai helikopter ditemukan, Pejabat On Scene Commander (OSC) segera mengerahkan seluruh Search and Rescue Unit (SRU) darat menuju lokasi. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses evakuasi jasad korban. Medan yang sulit dan kondisi hutan menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi.
Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, seluruh delapan jasad korban berhasil dievakuasi. Proses evakuasi ini selesai pada Kamis (4/9) sekitar pukul 21.50 WITA. Keberhasilan evakuasi ini menandai berakhirnya fase pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian, sebelum jasad dibawa untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews